Loading...

Advertisement

Reynhard Sinaga,WNI Pelaku 200 Kasus Pemerkosaan di Inggris, Korban Direkam Berjam-jam

Reynhard Sinaga,WNI Pelaku 200 Kasus Pemerkosaan di Inggris, Korban Direkam Berjam-jam
Editor : Melati News — Selasa, 7 Januari 2020 08:43 WIB
terasjakarta.id

Pria Indonesia, Reynhard Sinaga (36), baru saja dijatuhi hukuman 30 tahun penjara oleh pengadilan Manchester, Inggris atas 159 kasus pemerkosaan dan serangan seksual terhadap 48 pria. Bahkan, kasus ini disebut-sebut menjadi kasus perkoasaan terbesar di Inggris.

Dilansir dari Metro UK, Reynhard melakukan aksinya selama dua setengah tahun, yakni sejak 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Reynard dilaporkan melakukan tindak perkosaan ini di apartemennya di pusat kota Manchester. Modus yang dilakukan Reynhard adalah mengajak korban yang tampak rentan setelah mabuk atau tersesat di seputar tempat tinggalnya.

Reynhard kemudian memasukkan obat yang dicurigai adalah GHB (gamma hydroxybutyrate) sejenis obat bius yang menyerang sistem syaraf hingga membuat korban tak sadarkan diri. Ia kemudian memasang kamera melalui dua telepon selulernya.

Sejumlah korban diperkosa berkali-kali oleh Reynhard dan difilmkan dengan menggunakan dua telepon selulernya, satu untuk jarak dekat dan satu dari jarak jauh.

Polisi menemukan bukti-bukti lainnya -selain dua iPhone- melalui lima laptop, dan empat penyimpan data dengan total dokumen sebanyak 3,29 terabite. Di dalamnya terdapat video pemerkosaan berjam-jam serta foto-foto, polisi mulai melacak para korban.

Kepolisian Manchester Raya menyatakan 48 korban, dari empat persidangan terpisah, berumur antara 17 tahun sampai 36 tahun. Semua korban adalah pria Inggris kulit putih dan sebagian besar adalah heteroseksual dan tiga homoseksual.

Dalam sidang keempat yang digelar pada Desember 2019 lalu, Reynhard sempat menyatakan pembelaan bahwa dirinya tidak bersalah dan menyebutkan bahwa hubungan seksual dengan para pria itu atas dasar suka sama suka.

Namun, berdasarkan bukti rekaman video memperlihatkan bagaimana para korban jelas-jelas tidak berpartisipasi dalam hubungan seksual ini, dan sebagian korban terdengar mendengkur dalam rekaman yang disita polisi.

Berdasarkan keterangan polisi Reynhard adalah seorang homoseksual. Ia tiba di Inggris pada Juni 2007 dengan visa pelajar dan mengambil S2 sosiologi di Universitas Manchester dengan disertasi tentang "Gay Asia Selatan, pria biseksual di Manchester".

Pada 2012, ia mulai mengambil gelar PhD di Universitas Leeds. Polisi menyebutkan orang tua Reynhard tinggal di Indonesia. Reynhard adalah anak tertua dari empat bersaudara dan lahir di Jambi. Dan kini keluarganya tinggal di Depok, Jawa Barat.



pemerkosaan reynhard manchester

Loading...

Related Post