Loading...

Advertisement

Nasib Mereka yang Diduga Terjangkit Virus Corona

Nasib Mereka yang Diduga Terjangkit Virus Corona
Editor : Melati News — Senin, 27 Januari 2020 08:12 WIB
terasjakarta.id

Beberapa daerah di Indonesia diramaikan dengan laporan adanya pasien yang diduga terpapar virus corona atau virus Wuhan. Bahkan para pasien itu dirawat secara khusus di ruang isolasi disetiap rumah sakit.

Virus Corona sendiri pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Diduga virus ini berasal dari kebiasaan mengkonsumsi hewan liar. Hasil penelitian terkahir, diungkapkan kebiasaan memakan sup kelelawar adalah penyebab virus tersebut.

Sejumlah pasien yang diduga terjangkit virus corona itu tersebar di Manado, Jambi, Sorong, hingga Jakarta. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, beberapa pasien telah dinyatakan negatif dari virus corona.

Meski begitu, masih ada pasien yang belum dinyatakan negatif dari virus corona. Dibutuhkan waktu dua sampai tiga hari untuk memastikan hasil pemeriksaan medis.

Berikut sejumlah pasien di beberapa wilayah Indonesia yang diduga terpapar virus corona:

Pesawat-pesawat milik Lion Air Group yang sedang dicek dan diperbaiki di Hangar Batam Aero Technic (BAT), Batam. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
  • Penerjemah Lion Air di Manado

Seorang penerjemah di pesawat Lion Air penerbangan luar negeri ke Bandar Udara Sam Ratulangi, diduga suspect virus corona. Penerjemah berusia 23 tahun berinisial G itu langsung dibawa ke rumah sakit Prof Kandou, Kota Manado, Sabtu (25/1), untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Pasien suspect virus corona itu mengeluhkan kondisi tubuhnya yang merasa panas dan disertai demam serta influenza, saat kembali dari Guangzhou, China, sekitar enam hari yang lalu dalam penerbangan internasional nomor JT-2740 tujuan Manado, Sulawesi Utara.

"Jadi saat mendapatkan laporan tentang itu, pasien kemudian dijemput oleh ambulans di hotel tempat dirinya menginap. Ini langkah awal yang dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk yang bisa terjadi," kata Kabid Pelayanan Medik RSUP Prof Kandou Manado dr Hanry Takasenseran.

Takasenseran menambahkan pasien tersebut sudah dilakukan pemeriksaan darah, pengambilan lapisan tenggorokan dan menjalani foto rontgen. Semuanya, dilaksanakan dokter yang ditunjuk khusus untuk menangani pasien suspect tersebut.

Salah satu tim medis Rumah Sakit Wuhan, China saat merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Steaven Dandel, menuturkan, suhu tubuh perempuan tersebut juga tidak sampai 38 derajat selsius. Meski begitu, kru Lion Air itu tetap diisolasi sejak Sabtu (25/1) pukul 14.30 WITA.

Steaven menjelaskan, kriteria 'suspect virus corona' mencakup tiga hal, yakni demam dan batuk, pilek serta nyeri tenggorokan, hingga radang paru-paru atau pneumonia.

Sementara menurut Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, penerjemah itu dievakuasi ke rumah sakit karena suhu tubuhnya mencapai 38 derajat.

Corporate Communication Strategic Lion Air Danang Mandala. Foto: Nurul/kumparan

"Ketika dilakukan tes suhu tubuh (badan) oleh tim medis menunjukkan 38 derajat. Sebagai tindakan preventif, yang bersangkutan sudah mendapatkan penanganan cepat dan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Manado," ucap Danang. (Suhu normal manusia 37 derajat celcius-red)

Meski begitu, keberangkatan penerbangan JT-2740 pada Jumat (24/1) dipersiapkan secara baik. Pesawat mengudara dari Baiyun Guangzhou pukul 22.15 waktu setempat dan mendarat hari berikutnya Sabtu (25/1) di Sam Ratulangi pada 02.15 WITA.

Lion Air menyampaikan terima kasih atas kerjasama, pengawasan dari tim kesehatan dan berbagai pihak yang terlibat menangani masalah ini.

Suasana di jalanan kota Wuhan, China yang terisolasi akibat virus corona. Foto: AFP/HECTOR RETAMAL
  • Pasien di Jambi

Sementara di Jambi, Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, sejak Sabtu (25/1) malam mengisolasi seorang pasien yang diduga terinfeksi virus Corona.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Samsiran Halim mengatakan, pasien itu merupakan rujukan dari salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jambi.

"Pasien dirujuk ke sini karena mengalami gejala flu dan demam setelah pulang dari China," kata Samsiran.

Pasien itu akan tetap dalam ruang perawatan isolasi dan ditangani petugas medis menggunakan alat perlindungan diri lengkap, hingga diketahui secara jelas terkait penyakit yang dideritanya.

Samsiran, yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, telah menginstruksikan petugas medis kesehatan yang menangani pasien terduga Corona berhati-hati dan mengikuti prosedur yang ditetapkan.

Gaya tim medis Rumah Sakit Wuhan, China di sela-sela merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS

Pihak RSUD Raden Mattaher menjelaskan belum bisa memastikan apakah pasien itu positif virus corona atau tidak.

“Saat ini, kami belum dapat memastikan apakah pasien tersebut terjangkit virus Corona atau tidak hingga kami menerima konfirmasi dari pihak dokter yang merawat, yakni dokter spesialis paru," kata Wakil Direktur Pelayanan RSUD Raden Mattaher Jambi, dr. Dewi Lestari.

Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 26 tahun itu, masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi khusus di RSUD Raden Mattaher Jambi. Pihaknya juga tengah melakukan skrining atau pemeriksaan kesehatan lebih lanjut.

"Pasien yang masih belum diketahui identitasnya ini, mengaku telah mengunjungi Wuhan, China. Skrining juga dilakukan untuk orang-orang yang berada di sekeliling pasien. Skrining sendiri bertujuan untuk mengantisipiasi virus corona, diketahui 3 orang teman pasien tengah dilakukan skrining," ucap Dewi.

Namun Dewi mengatakan pasien itu dirujuk ke RSUD Raden Mattaher karena mengalami gejala flu dan demam setelah pulang dari China. Pihak RSUD Raden Mattaher Jambi telah mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungan dan kesehatan, seperti selalu cuci tangan, pakai masker dan jangan berpergian ke tempat yang ramai dulu, agar terhindar dari virus corona.

Ilustrasi virus Corona. Foto: Shutter Stock
  • Pasien di Sorong

Seorang pria berinisial YP (39) yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Yunnan, China, dirawat intensif di ruang isolasi RS Sele Be Solu Kota Sorong, Papua Barat, sejak Sabtu (25/1). WNA yang sedang berwisata di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat diduga mengidap virus corona.

Direktur RS Sele Be Solu, dr Mavkren J Kambuaya, mengatakan mereka menerima YP dari karena rujukan dari Rumah Sakit Pertamina Sorong.

"Memang benar, semalam kami menerima pasien rujukan dari Rumah Sakit Pertamina yang diduga terinfeksi virus Corona. Pasien tersebut berusia 39 tahun, berinisial YP. Tujuan perjalanannya sebenarnya diving ke raja ampat. Setelah diving dua hari, kemudian turis tersebut mendatangi Rumah Sakit Pertamina dengan keluhan demam dan batuk," kata Mavkren.

Mavkren memastikan penanganan yang dilakukan oleh tim dokter di RS Sele Be Solu sudah maksimal dan sesuai dengan SOP.

Suasana di Rumah Sakit Wuhan, China yang merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: THE CENTRAL HOSPITAL OF WUHAN VIA WEIBO /via REUTERS

"Semalam waktu dibawa ke sini, suhu tubuhnya 38 derajat celsius. Namun setelah diberikan obat penurun panas, suhu tubuhnya turun jadi 37 derajat celsius dan batuknya juga sudah berkurang," ucap Mavkren.

Sementara pasien itu masih dalam observasi dan follow up, sembari menunggu koordinasi dari Dinas Kesehatan Kota Sorong dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat. Mavkren juhga belum bisa memastikan apakah pasien YP terinfeksi virus Corona atau tidak.

Sebab untuk memastikan apakah pasien itu terjangkit virus Corona atau bukan, harus dilakukan pemeriksaan VSR pada tenggorokan pasien. Ia juga meminta masyarakat Kota Sorong tidak perlu khawatir dengan virus corona karena pasien itu belum dinyatakan positif.

RSPI Sulianti Saroso. Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
  • Pasien di RSPI SuliantiSarosoDinyatakan Negatif Virus Corona

Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianto Saroso Jakarta memastikan satu pasiennya tidak terjangkit atau negatif virus corona (nCov). Sebelumnya, pasien itu sempat di-suspect karena memiliki riwayat perjalanan dari China dan mengalami demam hingga sesak napas.

"Pasien dipastikan negatif virus corona. Pasien saat ini hanya flu dan batuk," ujar Humas RSPI Sulianti Saroso, Wiwiek, saat dihubungi.

Wiwiek tak merinci detail penyakit pasien. Namun, ia menegaskan pasien tak terjangkit virus mematikan dari Wuhan, China, itu.

Pasien sempat di-suspect pada Jumat (25/1) lalu. RSPI membutuhkan waktu selama dua hingga tingga hari untuk menunggu hasil laboratorium.

Menteri Kesehatan dokter Terawan menanggapi pertanyaan wartawan saat inspeksi ke Gedung BRI 2 setelah muncul dugaan adanya virus corona. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan
  • Menkes TerawanPastikan Tak Ada WNI yang SuspectVirus Corona

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto memastikan hingga saat ini tidak ada WNI yang suspect virus corona. Hingga Minggu (26/1), ia belum menerima laporan WNI suspect virus corona.

"Tidak ada yang disuspect (virus corona), ayo hidup sehat, jaga kesehatannya tidak akan ketularan," kata Terawan.

Sebelumnya beberapa rumah sakit di Jakarta, Bali, Manado, Jambi, dan Padang mengumumkan adanya pasien yang diduga suspect virus corona.

Mantan Kepala RSPAD ini meminta masyarakat tak perlu panik dengan virus corona yang mulai menyebar ke beberapa negara. Meski begitu Terawan meminta agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan pola makan agar tidak terjangkit virus corona.

"Yang jelas, (tingkatkan) kewaspadaan tinggi dengan cara hidup sehat. Dengan hidup sehat anda semua akan mencegah terjadinya ketularan dan menularkan (virus corona)," ucap Terawan.

Purnawirawan bintang tiga itu juga enggan membicarakan soal rencana travel warning bagi turis China yang akan berkunjung ke Indonesia. Menurutnya pemerintah Indonesia akan sejalan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh WHO terkait virus corona.



corona virus

Loading...

Related Post