Loading...

Advertisement

Gilbert Sebut Pohon di Monas Lambang Persahabatan Antar Negara 

Gilbert Sebut Pohon di Monas Lambang Persahabatan Antar Negara 
ist
Editor : Potan News — Senin, 27 Januari 2020 12:16 WIB
terasjakarta.id
Revitalisasi Monumen Nasional (Monas) menuai kontroversi, sebagian kalangan menilai kawasan Monas merupakan bagian dari sejarah. Bahkan pohon yang tumbuh mengitari wilayah Monas sarat dengan sejarah antar negara. 

Anggota Komisi B DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menyebut revitalisasi Monas harus dikembalikan ke kondisi semula. Dia beralasan sejumlah pohon yang ada di Monas itu telah berusia puluhan tahun. Bahkan, menjadi lambang persahabatan negara karena ditanam oleh kepala negara sahabat yang datang ke Indonesia.

"Pada 19 November tahun lalu, Gubernur itu menyatakan tidak akan melakukan penebangan pohon. Tapi nyatanya, pohon di Monas ini di tebang. Dan yang paling menyakitkan, pohon itu telah berusia puluhan tahun dan punya historis yang ditanam oleh kepala negara-negara sahabat," ujar Gilbert, di Jakarta, Minggu (26/1).

Untuk itu, katanya, pohon-pohon di Monas itu seharusnya menjadi cagar budaya tersendiri dan harus mendapat izin dari Sekretariat Negara jika akan ditebang atau dipindahkan. Dia menganggap, pohon yang ditebang itu pohon langka dari Afrika dengan diameter lebih dari 50 centimeter. 

"Dia nggak mau mengaku ditebang, tapi nyatanya ditebang. Jangan kamuflase istilah. Dia itu dipindahkan pohon yang masih kecil. Dipindahkan ke tempat yang sudah rimbun, yang rumput di bawahnya pun tidak tumbuh karena tertutup rimbunnya daun di atasnya," kata Gilbert. 

Akibat revitalisasi Monas itu, kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota berkurang banyak. Dia menilai, revitalisasi Monas itu sebuah pelanggaran karena tidak dikonsultasikan dengan Sekretariat Negara terlebih dahulu.

Terpisah, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah memastikan, revitalisasi Kawasan Medan Merdeka telah sesuai Keputusan Presiden No. 25 Tahun 1995. Dia mengatakan, Keppres Nomor 25 Tahun 1995 Pasal 6 menyebutkan, Gubernur disebutkan sebagai Ketua Badan Pelaksana. 

Pada Pasal 7 poin A Keppres Nomor 25 Tahun 1995, katanya, Badan Pelaksana mempunyai tugas di antaranya, Rencana pemanfaatan ruang, Sistem transportasi, Pertamanan, Arsitektur dan estetika bangunan, Pelestarian bangunan bersejarah, dan Fasilitas penunjang.

“Dalam melaksanakan tugasnya, Gubernur bertanggung jawab kepada presiden melalui komisi pengarah. Nah, pekerjaan ini yang namanya pelaporan itu, bisa formal, bisa informal, bisa di mana saja. kebetulan pekerjaan Monas ini kemarin kita awali dari sayembara. Sudah ada keterlibatan,” kata Saefullah.

Gilbert Simanjuntak Monas Lambang Persahabatan Antar Negara 

Loading...

Related Post