Loading...

Advertisement

Sering Dapat Kritik, Pengamat: Ini yang Perlu Dilakukan Gubernur Anies 

Sering Dapat Kritik, Pengamat: Ini yang Perlu Dilakukan Gubernur Anies 
ist
Editor : Potan News — Selasa, 25 Februari 2020 20:26 WIB
terasjakarta.id


Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kerap dibanjiri kritikan secara langsung maupun melalui media sosial. Tidak tanggung-tanggung kritikan bisa bersifat membangun dan tidak sedikit berbentuk semacam bullying. 

Beberapa kritikan pedas yang diterima Anies diantaranya soal revitalisasi Monas, banjir, anggaran lem aibon senilai Rp 82 miliar, termasuk soal penghargaan Diskotek Colosseum hingga penunjukan Direktur Utama Tranjakarta yang diduga bermasalah hukum. 

Menanggapi masalah kritikan yang diterima Anies, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa Toni Rosyid mengaku, kejadian tersebut pada masa sekarang menjadi hal yang, untuk itu dia berharap Gubernur Anies bisa menjadikannya sebagai catatan terutama terkait soal kebijakan. 

"Harus disadari tak ada pemimpin sempurna. Penghargaan Diskotek Colosseum hingga kasus penunjukan Dirut Tranjakarta harus jadi catatan serius. Ada ketidak kontrolan Anies di situ. Ini hanya contoh setiap kebijakan intenal termasuk rekrutmen pejabat," ujar Toni saat menjadi narasumber diskusi publik bertajuk 'Mengapa Gubernur Anies Selalu Diserang, Siapa Yang Diuntungkan' berlangsung di Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Selasa (25/2). 

Acara yang digelar Ketua Katar (koalisi Masyarakat Pemerhati Jakarta) Sugiyanto, juga dihadiri Amir Hamzah (Ketua Budgeting Metropolitan Watch), aktivis senior Tionghoa Luis Sungkarisma, Tokoh masyarakat Betawi Ridwan saidi. Diskusi dimoderatori Ketua Amarta (Aliansi Masyarakat Jakarta) Rico Sinaga.

Menurut Toni, suatu kewajaran apabila seorang pemimpin mendapatkan kritikan atau serangan. 

"Jadi kritikan itu jangan dianggap sebagai kebencian, namun serangan itu sebagai upaya agar Anies tidak terlalu mendengarkan bawahannya yang belum tentu benar. Karena selama ini Anies terlalu percaya kepada bawahannya, namun beberapa kebijakan justru mendapat protes," terang Toni. 

Hal sama diakui Ridwan Saidi. Menurutnya Anies cukup memiliki ketegasan selama memimpin Ibukota. Namun Anies kurang teliti dan terlalu cepat percaya kepada orang-orang di sekitarnya. 

"Anies mencoba membangun peradaban. Dia punya kebijakan dan ketegasan sudah baik tapi kurang teliti. Menganggap semua orang sekitarnya baik. Contohnya TGUPP (Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan), Anies seperti sudah percaya pada bawahannya itu. Padahal seharusnya TGUPP bukan hanya pendamping bidang birokrasi saja namun pendamping politik, harus menjadi tangan kanan yang melaporkan segala hal lain di luar birokrasi," kata Ridwan.

Kritik Gubernur Anies 

Loading...

Related Post