Loading...

Advertisement

Darurat Korona sampai Idul Fitri, Perantau Diminta Tidak Mudik

Darurat Korona sampai Idul Fitri, Perantau Diminta Tidak Mudik
Editor : Melati News — Selasa, 24 Maret 2020 09:55 WIB
terasjakarta.id

 Upaya memutus mata rantai penularan coronavirus disease 2019 (covid-19) belum menunjukkan hasil positif. BNPB pun memperpanjang masa darurat virus korona hingga hari raya Idul Fitri 2020.

Atas situasi seperti itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyiapkan imbauan kepada masyarakat dari luar Sumbar termasuk perantau. Imbauan itu meminta mereka yang berada di daerah terjangkit wabah Covid-19 untuk pulang ke kampung sementara waktu. Terutama pada saat mudik Lebaran Idul Fitri nanti.

“Barusan diputuskan dalam rapat Gugus Tugas di Kantor Gubernur akan dibuat imbauan gubernur kepada masyarakat termasuk di perantau agar menahan diri untuk sementara tidak pulang kampung dulu,” ujar Kepala Biro Humas Pemprov Sumbar Jasman Rizal

Menurut Jasman, gubernur berharap para perantau bersabar sampai kondisi normal. “Insya Allah, hari ini dibuat Surat Imbauan Gubernur. Kebijakan ini didukung penuh oleh Ketua MUI Sumbar dengan berbagai dalil-dalil yang sahih,” imbuhnya.

Rencana imbauan gubernur Sumbar itu mendapat repons positif dari Pakar ekonomi Universitas Andalas Elfindri. “Saya menaruh sikap, closed untuk Sumbar sudah saatnya. Untuk mengihindari dampak yang lebih besar dalam satu-minggu ke depan,” imbuhnya.

Atas ditutupnya Sumbar terhadap orang-orang yang berasal dari daerah terjangkit covid-19, Elfindri menyarankan disediakan titik pengawasan di pintu masuk Sumbar. Pengawasan itu kalau perlu diperkuat dengan aparat TNI.

“Semua yang masuk ke Sumbar pastikan mereka melalui proses pemeriksaan ketat. Kemudian mereka wajib untuk masuk karantina 14 hari,” katanya.

Sebelumnya Kepala BNPB Doni Monardo menerbitkan surat tentang perpanjangan masa darurat korona secara nasional.

Surat yang tersebut bernomor 13.A tahun 2020 itu menyatakan, perpanjangan status darurat dimulai dari 29 Februari hingga 29 Mei 2020 atau 91 hari. Artinya hingga hari raya Idul Fitri atau Lebaran 2020. Pasalnya berdasar pada hari cuti bersama libur tanggal merah, pada 24-25 Mei 2020 merupakan Idul Fitri.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Untuk COVID-19 Achmad Yurianto menyatakan, virus korona di Indonesia per Senin (23/3) sudah 579 kasus positif. Kasus yang meninggal 49 orang dan yang sembuh 30 orang.



corona virus indonesia

Loading...

Related Post