Loading...

Advertisement

Saat Warga Jepang Lawan Corona dengan Diam di Rumah, Tikus Bermunculan di Jalan

Saat Warga Jepang Lawan Corona dengan Diam di Rumah, Tikus Bermunculan di Jalan
Editor : Melati News — Rabu, 29 April 2020 15:55 WIB
terasjakarta.id

Ketika banyak restoran di Jepang tutup dan orang-orang berdiam diri di rumah karena virus corona, tikus mulai bermunculan di jalanan. Para ahli menyebut tikus kehilangan sumber makanan dan mulai memperluas pencarian mereka ke jalan-jalan yang kini sepi dari manusia.

Melansir Reuters, seperti di distrik Kabukicho, Tokyo, di mana biasanya kehidupan malam ramai, kini malah terlihat tikus-tikus berlarian ke jalanan.

Media NHK pada Senin (27/4) memperlihatkan puluhan tikus berlarian di jalanan, seraya berlomba mencari makanan menyusuri kantong sampah di distrik Kitakyushu.

"Restoran ditutup dan sampah makanan habis, jadi mereka (tikus) mencari makanan," kata Asosiasi Pemusnahan Tikus Tsutomu Tanikawa.

"Jumlah orang semakin sedikit dan ketika tikus lapar, mereka menjadi kurang waspada terhadap manusia. Ini bukan hanya masalah di Jepang, hal itu terjadi di seluruh dunia," sambungnya.

Seekor tikus terlihat di sebelah kantong sampah di distrik Kabukicho, Tokyo, Jepang. Foto: REUTERS / Issei Kato

Jepang sebenarnya tak melakukan lockdown dalam memerangi corona. Perdana Menteri Shinzo Abe memilih menerapkan status darurat atas pandemi tersebut.

Semula status darurat ini hanya mencakup 7 prefektur yakni Tokyo, Chiba, Saitama, Kanagawa, Osaka, Hyogo, dan Fukuoka. Namun, melihat penyebaran virus yang semakin meluas, status darurat diterapkan nasional.

Kebijakan ini memberikan lebih banyak dorongan agar warga tetap di rumah dan kegiatan perekonomian dihentikan sementara.

Pejabat kesehatan Kota Kitakyushu Takao Koezuka mengatakan bahwa sejauh ini, tidak ada peningkatan keluhan dari masyarakat tentang munculnya tikus di kota.

"Kita perlu melihat ini lebih mendasar untuk memahami situasi," kata Koezuka.

Seekor tikus terlihat di sebelah kantong sampah di distrik Kabukicho, Tokyo, Jepang. Foto: REUTERS / Issei Kato

Tikus memang dapat membawa penyakit. Tetapi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan tidak ada bukti bahwa hewan bisa menyebarkan virus corona.



warga jepang corona virus

Loading...

Related Post