Loading...

Advertisement

6 Bahaya yang Mengintai Kalau Kebanyakan Makan Gorengan untuk Buka Puasa

6 Bahaya yang Mengintai Kalau Kebanyakan Makan Gorengan untuk Buka Puasa
Editor : Melati Wow — Kamis, 30 April 2020 21:17 WIB
terasjakarta.id

Buka puasa memang begitu nikmat dengan gorengan. Porsinya yang kecil, teksturnya yang renyah, serta rasanya yang gurih bikin makanan ini jadi andalan sebelum bersantap nasi.

Sesekali mungkin enggak apa-apa, tapi kalau tiap hari bisa jadi bahaya, lho! Di tengah pandemi COVID-19 yang belum usai, sebaiknya kita benar-benar menjaga kesehatan. Jangan sampai, ibadah jadi tak lancar karena berbagai masalah kesehatan.

Kali ini, mari disimak, beberapa bahaya yang mengintai kalau kamu kebanyakan makan gorengan untuk buka puasa:

1. Masalah perut

Gorengan Apakah Kamu? Foto: kumparan/Sabryna Putri Muviola

Di antara berbagai makronutrisi lainnya, lemak paling lambat untuk dicerna. Karena makanan berminyak mengandung kadar lemak yang tinggi, jenis makanan ini akan memperlambat pengosongan perut.

Akibatnya, makanan pun akan lebih lama tertahan dalam perut. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa kembung, mual, dan sakit perut. Tentunya masalah-masalah ini mengganggu kita untuk menjalani puasa.

2. Mengganggu ekosistem pencernaan

ilustrasi perempuan yang mengalami endometriosis Foto: shutterstock

Makanan yang berminyak diketahui dapat membunuh bakteri sehat yang tinggal di pencernaan kita. Konsumsi makanan berminyak dan berlemak terlalu berlebihan akan meningkatkan jumlah bakteri tak sehat.

Menurut penelitian berjudul Influence of High-Fat-Diet on Gut Microbiota: A Driving Force for Chronic Disease Risk, perubahan tersebut bisa menyebabkan obesitas dan penyakit kronis lainnya; seperti kanker, penyakit jantung, diabetes, dan parkinson.

3. Bahaya untuk jantung

Ilustrasi serangan jantung. Foto: Shutterstock

Gorengan dan makanan yang berminyak terbukti dapat meningkatkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol baik, dan memicu obesitas yang bisa menimbulkan penyakit jantung.

Misalnya, sebuah studi yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition pada tahun 2009 menunjukkan, keripik kentang bisa tingkatkan inflamasi dan menimbulkan penyakit jantung.

Lebih lanjut, risiko penyakit jantung juga bisa dikaitkan dengan seberapa sering kita mengonsumsi gorengan. Penelitian berjudul Fish intake and the risk of incidentheart failure: the Women'sHealth Initiative juga melaporkan, perempuan yang mengonsumsi satu porsi atau lebih ikan goreng per minggu, bisa meningkatkan risiko gagal jantung hingga sebesar 48 persen.

4. Menurunkan imun tubuh

com-Penyebab daya tahan tubuh drop saat puasa Foto: Shuttertstock

Prof. Hardinsyah, Ketua Umum PERGIZI PANGAN Indonesia dan Guru Besar Ilmu Gizi FEMA IPB mengungkapkan, tak apa bila kita berbuka puasa dengan gorengan, asalkan ada beberapa hal yang harus kita perhatikan.

Selalu minum terlebih dahulu, sebelum mengonsumsi gorengan. Selain itu, pastikan kalau kita yakin gorengan yang akan disantap sehat dan aman. Dalam artian, tak digoreng dengan minyak jelantah.

"Minyak jelantah mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans, sehingga bisa meningkatkan risiko jantung koroner dan menurunkan imun tubuh," jelasnya dalam sesi Ceramah dan Diskusi Seputar Makanan, Minuman, Kesehatan Ramadhan dan Lebaran dari Lini Sehat.

5. Meningkatkan risiko diabetes tipe-2

Pasien diabetes tak masalah makan coklat. Foto: Thinkstock

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition, konsumsi makanan berminyak dan berlemak bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2.

Makanan tinggi lemak akan menyebabkan asupan kalori tinggi, kenaikan berat badan, pengendalian kadar gula darah yang buruk, dan meningkatkan inflamasi. Faktor-faktor inilah yang akan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe-2 dan sindrom metabolik.

6. Menurunkan fungsi otak

Aneka Gorengan Foto: Dok. Eat & Eat

Terlalu banyak gorengan saat puasa juga bisa memengaruhi fungsi otak. Menurut studi berjudulMicrostructuralbrain tissue damage in metabolicsyndrome; makan gorengan memicu kenaikan berat badan, tingginya tekanan darah, dan sindrom metabolik.

Sindrom metabolik ini terjadi akibat makanan berlemak akan merusak struktur, jaringan, dan aktivitas otak.

Dua studi lainnya juga mengaitkan asupan makanan berlemak dan gorengan dengan berkurangnya kemampuan belajar dan mengingat, serta peningkatan inflamasi.

Apalagi, bila yang disantap adalah lemak trans, yang bahkan bisa mengurangi kinerja otak. Lebih lanjut sampai pada tahap merusak memori.

Jadi, bukannya enggak boleh sama sekali makan gorengan untuk buka puasa; tapi porsinya dibatasi ya. Semangat terus puasanya, guys!



makanan puasa ramadhan

Loading...

Related Post