Loading...

Advertisement

Soal Penyaluran Bansos Warga, Begini Penjelasan Gubernur Anies

Soal Penyaluran Bansos Warga, Begini Penjelasan Gubernur Anies
ist
Editor : Potan News — Jumat, 8 Mei 2020 13:48 WIB
terasjakarta.id


Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ternyata telah berinisiatif mendistribusikan bantuan sosial (bansos) sehari sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) resmi diberlakukan.

Inisiatif tersebut diambil untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan pokok pangan warga miskin dan rentan miskin di wilayah DKI.

Hal ini lebih cepat dari Pemerintah Pusat yang baru mendistribusikan bansos pada 20 April 2020 lalu untuk warga terdampak Covid-19.

“Kami sudah menerapkan pembatasan itu sebelumnya dan rakyat akan kesulitan pangan jika belum ada Bansos pangan sejak PSBB diberlakukan. Sehingga, kami Pemprov DKI Jakarta telah membagikan Bansos terlebih dulu untuk mengisi kekosongan itu,” kat Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam siaran pers PPID Pemprov DKI, Kamis (7/5/2020).

Pemprov DKI Jakarta telah melewati sejumlah tahapan dalam rangka pelaksanaan pendistribusian Bansos. Pada 30 Maret 2020, Gubernur Anies melakukan rapat terbatas bersama presiden yang membahas angka penerima bantuan.

Selanjutnya pada 2 April 2020, Pemprov DKI melakukan rapat koordinasi dengan Kemensos yang menyepakati satuan penerima bantuan tidak lagi individu, tapi menggunakan satuan Kepala Keluarga (KK) agar pendistribusian yang lebih efisien.

Kemudian 7 April 2020, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan data penerima Bansos kepada Kemensos. Pada tanggal yang sama, Forum Komunikasi Daerah (Fokopimda) mengadakan rapat bersama untuk menentukan tanggal pelaksanaan PSBB yaitu 10 April 2020.

Dalam rapat itu juga diputuskan bahwa pendistribusian bansos dimulai pada 9 April, sehari sebelum PSBB.

Pada tanggal 9 April dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Mendagri, yang dihadiri oleh Mensos dan Menko PMK, Anies juga melaporkan rencana pelaksanaan PSBB pada tanggal 10 April yang akan didahului oleh distribusi bansos tanggal 9 April sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan PSBB.

Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bansos untuk 1.194.633 KK di DKI Jakarta mulai tanggal 9-25 April 2020 yang berisi kebutuhan pokok.

Untuk diketahui, berikut tahapan dalam pelaksanaan distribusi bansos Pemprov DKI:

– 30 Maret 2020, Rapat Terbatas bersama Presiden yang membahas angka penerima bantuan yakni 1,1 juta jiwa/orang dari data yang biasa diberikan bantuan oleh Pemerintah Provinsi dan 2,6 juta jiwa/orang sebagai penerima tambahan. Sehingga, total kebutuhan bansos yg disebut saat itu sebanyak 3,7 juta jiwa/orang.

– 2 April 2020, rapat koordinasi antara Kemensos dan Pemprov DKI Jakarta yang membahas satuan penerima bansos mensepakati bahwa satuan penerima bantuan tidak lagi jiwa/individu tapi menggunakan satuan Kepala Keluarga (KK) agar pendistribusian yang lebih efisien dan karena bisa saja satu keluarga terdiri dari beberapa individu penerima bantuan. Sejak saat itu sudah tidak ada lagi pembahasan dengan mengggunakan satuan orang/jiwa, semua pembahasan adalah berbasis satuan KK/keluarga.

– 7 April 2020, Pemprov DKI Jakarta menyerahkan data penerima bansos kepada Kemensos. Pada tanggal yg sama, Pimpinan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta (Gubernur, Pangam, Kapolda, Pangkoarmada 1, Pakoops AU, Danlantamal, Kajati, Kabinda, Kasurgab 1) mengadakan rapat bersama untuk menentukan tanggal pelaksanaan PSBB yaitu 10 April 2020. Dalam rapat itu juga diputuskan bahwa pendistribusian bansos dimulai pada 9 April, sehari sebelum PSBB.

Selanjutnya, dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Mendagri, pada tanggal 9 April yang dihadiri oleh Mensos dan Menko PMK, Gubernur DKI Jakarta melaporkan rencana pelaksanaan PSBB pada tanggal 10 April yang akan didahului oleh distribusi bansos ada tanggal 9 April sebagai bagian yang tidak terpisahkan dr kebijakan PSBB.

– 9 – 25 April 2020, Pemprov DKI Jakarta mendistribusikan bansos untuk 1.194.633 KK di DKI Jakarta. Berisi kebutuhan pokok untuk digunakan selama 1 minggu.

Saat ini, Pemprov DKI Jakarta sedang dalam proses pendataan untuk distribusi bansos tahap 2. Pendataan itu dengan mendapatkan usulan dan masukan unsur RT/RW. Pemprov DKI Jakarta juga mendukung proses distribusi bansos dari Kemensos melalui tim Dinas Sosial dan Suku Dinas Sosial di masing-masing wilayah DKI Jakarta.

Terkait kesediaan anggaran pelaksanaan bansos, Pemprov DKI Jakarta telah menyediakan anggaran dalam bentuk Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 5,032 Triliun dalam rangka penanganan Covid -19, yang dapat digunakan sewaktu-waktu dan apabila dibutuhkan jumlahnya dapat juga ditambahkan.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk penanganan 3 sektor, yakni penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penanganan jaring pengaman sosial (termasuk Bansos).



Bansos Warga Gubernur Anies

Loading...

Related Post