Loading...

Advertisement

Yogyakarta Mulai Bersiap Menuju New Normal pada Juli 2020

Yogyakarta Mulai Bersiap Menuju New Normal pada Juli 2020
Editor : Melati News — Jumat, 29 Mei 2020 09:23 WIB
terasjakarta.id

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperpanjang masa Tanggap Darurat Bencana COVID-19 di DIY hingga 30 Juni. Sehingga, penerapan new normal saat pandemi COVID-19 di DIY paling cepat dilaksanakan pada Juli 2020.

Meski demikian, DIY sejak saat ini sudah mulai bersiap dengan new normal. Pemda DIY kini tengah membuat standar operasional prosedur (SOP) new normal.

"Kamis depan (4 Juni) sudah dipresentasikan ke saya (dari berbagai bidang). Lalu setelah ke saya segera kita bawa ke presentasi Pak Gubernur (Sri Sultan HB X)," ujar Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, di Kepatihan Pemda DIY, Yogyakarta, Kamis (28/5).

Aji menjelaskan, kemarin sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga menggelar rapat untuk membahas persiapan new normal. Dalam rapat tersebut akan muncul usulan-usulan mengenai prosedur new normal yang nantinya diterapkan dalam SOP.

Suasana jalan raya di Yogyakarta yang lengang dampak virus corona. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Siapkan Sanksi

Pusat keramaian dan pariwisata tak luput dalam pembahasan SOP new normal di Yogyakarta. Aji memberikan bocoran dalam rancangan SOP new normal itu akan ada surat pernyataan bagi pengelola pusat keramaian seperti mal dan destinasi pariwisata agar mematuhi SOP.

Jika tidak patuh maka ada sanksi administrasi seperti penutupan sementara.

"Kepada penyelenggara membuat pernyataan akan menepati SOP bersamaan tadi. Apabila tidak, tutup sementara. Kalau destinasi wisata atau mal tutup sementara. Kalau yang melakukan pelanggaran personelnya (warga) ditolak masuk," kata Aji.

Tak hanya ditutup sementara, dalam rancangan SOP itu, Aji menjelaskan jika protokol diabaikan dan terjadi penyebaran maka pengelola wajib bertanggung jawab. Tanggung jawab yang dimaksud adalah pengadaan rapid test hingga tes swab atau PCR.

Suasana sepi di Keraton Yogyakarta, Senin (27/4/2020). Foto: ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko

Atur Transportasi

Tak hanya itu, sektor transportasi pun ikut dirancang dalam SOP new normal. Kepala Dishub DIY, Tavip Agus Rayanto, tengah mengkaji penerapan new normal di transportasi dengan tetap menjaga kesehatan sopir maupun penumpang.

Salah satu yang diberi perhatian ialah protokol kesehatan bagi taksi online. Muncul ide agar ada sekat antara sopir dengan penumpang.

"Apakah besok taksi online itu harus ada penampangnya (sekat) untuk pembatas. Jadi kalau bersin itu tidak senggolan ini yang kita susun," ujar Tavip di Kepatihan Pemda DIY, Yogyakarta, Kamis (28/5).

Warga melintas di depan spanduk penutupan jalan masuk Desa Karangwuni, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (30/3/2020). Foto: Antara/Hendra Nurdiyansyah

Sementara untuk bus Transjogja, kata Tavip, sudah sejak lama diterapkan physical distancing. Lantaran penumpang juga tak sebanyak biasanya, maka jumlahnya dibatasi maksimal 30 persen.

"Jadi kita juga mengurangi jalur. Dan dari 6 pagi sampai 6 sore. Kalau ekonomi kembali normal baru kita perpanjang lagi," ujarnya.

Turunkan Indeks Penularan

Pemda DIY juga akan mengupayakan penurunan indeks basic reproduction number (R0) virus corona, sehingga Rt atau angka Reproduksi Efektif bisa di bawah 1. Indeks Rt di bawah 1 ini berarti kasus baru di daerah tersebut sudah turun setidaknya dua pekan berturut-turut.

Penurunan Rt ini merupakan satu dari tiga kriteria yang harus dipenuhi setiap daerah sebelum menerapkan new normal.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan dalam tiga hari terakhir penambahan kasus positif corona di DIY hanya dua. Namun dari perhitungannya, penurunan itu belum berpengaruh pada indeks Rt, indeks Rt masih di kisaran 2.

"Ya kalau sementara kita agak ayem (tenang) kemarin dua hari nol, nol lalu dua ya (dua hari tanpa kasus dan kemarin dua kasus). Dua hari ini mudah-mudahan nol lagi. R0 dan Rt bagus, tapi kalau dihitung masih 2," kata Aji di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (28/5).

"Juli harapannya sudah bisa ditekan, melandai," lanjutnya.



yogyakarta juli

Loading...

Related Post