Loading...

Advertisement

Novel: PDIP Gak Usah Lebay, Dibakar Lembaran Plastik Ada Sablonan Kepala Banteng

Novel: PDIP Gak Usah Lebay, Dibakar Lembaran Plastik Ada Sablonan Kepala Banteng
ist
Editor : Potan News — Jumat, 26 Juni 2020 14:26 WIB
terasjakarta.id

Aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR, yang berlangsung pada Rabu (24/6) menuai polemik soal aksi massa yang sempat dikatakan membakar bendera salah satu partai politik.

Menanggapi polemik itu, Persaudaraan Alumni (PA) 212 angkat bicara. PA 212 menyebut pembakaran bendera partai suatu hal biasa, sebab kader partai pernah melakukan hal tersebut. 

"Pembakaran bendera PDIP itu sudah biasa terjadi, bahkan (pernah) kadernya sendiri yang bakar itu bendera," ujar Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin, Jumat (26/6).

Selain itu jelas Novel, pada aksi tersebut  massa tidak membakar bendara PDIP, tapi hanya lembaran plastik bersablon kepala banteng mirip logo partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu.

"Yang dibakar itu juga bukan bendera, hanya berupa lembaran plastik yang mirip tercetak logo atau gambar kepala banteng seperti salah satu partai yang berada di Indonesia," jelasnya.

Untuk itulah menurut Novel PDIP tak perlu berlebihan merespon insiden tersebut. Apalagi, tambah Novel, kader PDIP juga diberitakan pernah membakar bendera Partai Demokrat.

"Jadi menurut saya PDIP gak usah lebay-lah. Dan juga setau saya ada di beberapa media juga yang saya baca hari ini, bahwa PDIP juga pernah membakar salah satu partai yang menjadi lawan politiknya dan itu ditanggapi biasa saja oleh partai berlambang mercy," jelasnya.

Lebih jauh, Novel juga menyinggung tentang insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid yang diduga dilakukan anggota salah satu ormas beberapa waktu lalu, namun hingga kini belum ada proses hukum soal kasus itu. 

"Bahkan lebih memprihatinkan dan ini sangat prinsip yaitu tentang agama yang beberapa waktu lalu oknum ormas membakar bendera tauhid. Kalau tidak salah sampai ada yang lapor namun malah tidak ditanggapi oleh aparat kepolisian untuk segera menangkap yang membakar bendera tauhid itu," pungkasnya. 

Untuk diketahui, aksi tolak RUU HIP digelar oleh Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI yang merupakan gabungan beberapa ormas Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212 dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) serta ormas lainnya.



Novel PDIP Gak Usah Lebay Kepala Banteng

Loading...

Related Post