Loading...

Advertisement

Poltak Sitorus: Ada Pihak ingin Merusak Citra PDIP

Poltak Sitorus: Ada Pihak ingin Merusak Citra PDIP
Poltak Sitorus (ist)
Editor : Potan News — Jumat, 26 Juni 2020 17:03 WIB
terasjakarta.id

Aksi unjuk rasa menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung MPR/DPR, yang berlangsung pada Rabu (24/6) menuai polemik. Sebab dalam aksi itu para peserta unjuk rasa sempat membakar bendera PDIP.

Adanya kegiatan pembakaran bendera berlambang banteng putih teraebut disesalkan simpatisan PDIP Poltak Sitorus, dirinya menilai tindakan tersebut tidak pantas dilakukan dan wajar memancing kemarahan pendukung partai yang dipimpin Megawati tersebut. 

"Selain tidak pantas, pembakaran bendera juga tidak berdasar. Bahkan terkesan ada skenario untuk melakukan stigma buruk terhadap PDIP, karena disejajarkan dengan PKI yang notabene memiliki sejarah kelam di negeri ini," kata Poltak melalui keterangan tertulisnya, Jumat (26/6). 

Poltak mengungkapkan, seharusnya dalam sebuah perbedaan pemahaman dapat diselesaikan lewat dialog. Ke depan diharapkan peristiwa pembakaran bendera juga tidak terulang kembali. 

"PDIP merupakan partai berbasis nasional dan pionir dalam menjadikan Pancasila, UUD, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sebagai pilar negara. Jadi nggak mungkin PDIP ingin merusak bangsa," ujar Poltak yang calon Bupati Toba, Sumatera Utara ini. 

Poltak juga mengungkapkan bahwa sudah menjadi harga mati bahwa Pancasila adalah ideologi partai, tidak boleh berganti. 

Pancasila yang dilahirkan pada 1 Juni 1945 merupakan buah karya pemikiran Sang Proklamator Soekarno, ayah dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 

Artinya PDIP memiliki ikatan ideologi dan sejarah, dimana Partai Nasionalis Indonesia (PNI) melebur menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) kala itu. Begitu juga soal keberagaman Bhineka Tunggal Ika, dimana partai-partai berbasis agama minoritas turut ikut di dalamnya. 

"Jadi tidak masuk akal PDIP disejajarkan dengan PKI. Itu tuduhan yang tidak berdasar. Apalagi sampai membakar bendera partai yang merupakan simbol harga diri PDI Perjuangan. Tentu saja kadernya geram,” ungkap Poltak. 

Kendati demikian, menurut Poltak, kader PDIP tidak boleh juga mengambil langkah sendiri-sendiri. 

Karena PDIP sangat mengedepankan azas demokrasi terpimpin di internal partainya. 

Untuk diketahui, Kamis kemarin (25/6), Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto langsung merespon aksi brutal pembakaran bendera PDIP. 

Hasto menyampaikan Surat Perintah Harian Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati yang meminta kader PDIP di seluruh Indonesia untuk siap siaga, namun mengedepankan proses hukum atas kasus tersebut. 

Dalam video yang beredar, terlihat dua jenis bendera yang dibakar, yaitu bendera PDIP dan bendera bergambar palu dan arit yang melambangkan komunisme. 

"Kita bakar bendera PKI-nya. Nanti kita bakar orang-orang PKI-nya, tokoh-tokohnya, di mana pun mereka berada, DPR, MPR, eksekutif!" kata salah satu orator dalam video tersebut. 

Aksi demonstrasi ini dilakukan sejumlah organisasi massa (ormas) yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis. Mereka memprotes pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan pembahasan RUU HIP. Mereka menilai RUU HIP bisa menghidupkan lagi komunisme di Indonesia.

Poltak Sitorus Merusak Citra PDIP

Loading...

Related Post