Loading...

Advertisement

Kuatir Kena Kanker, Konsumsi Buah Zaitun Sebagai Penangkalnya 

Kuatir Kena Kanker, Konsumsi Buah Zaitun Sebagai Penangkalnya 
ist
Editor : Potan Wow — Sabtu, 4 Juli 2020 08:21 WIB
terasjakarta.id

Mengonsumsi buah zaitun mungkin masih jarang Anda lakukan. Kemungkinan besar Anda justru sering melakukan pijatan atau relaksasi dengan menggunakan minyak zaitun.

Padahal, buah zaitun atau (Olea europaea) alias olive sudah terkenal sejak jaman dahulu kala sebagai buah dengan banyak manfaat. Di Indonesia, buah ini umumnya digunakan saat sudah diolah menjadi minyak zaitun, yang bisa digunakan sebagai minyak untuk memasak, minyak untuk merawat kecantikan wajah, minyak untuk menutrisi rambut, dan masih banyak lagi.

Buah yang berwarna hijau atau ungu kehitaman ini juga bermanfaat jika dikonsumsi langsung. Manfaat buah zaitun berasal dari nutrisi, vitamin, mineral, dan senyawa organiknya, termasuk zat besi, serat, tembaga, vitamin E, senyawa fenolik, asam oleat, dan berbagai antioksidan. Selain itu, buah zaitun juga memiliki indeks glisemik yang rendah.

Dilansir dari bergai sumber termasuk laman hellosehat, buah zaitun mengandung 115-145 kalori per 100 gram, atau sekitar 59 kalori untuk 10 buah zaitun (dengan asumsi rata-rata berat buah zaitun 4 gram). Kandungan ini terdiri dari 75-80% air, 11-15% lemak, 4-6% karbohidrat dan sejumlah kecil protein.

Selain itu, buah zaitun merupakan buah yang memiliki kandungan lemak yang tinggi, sebesar 11 sampai 15 persen. Namun lemak yang ada di dalam buah ini adalah lemak baik. Asam lemak yang paling melimpah adalah asam oleat yang termasuk asam lemak tak jenuh tunggal,  dan merupakan 74 persen dari seluruh kandungan buah zaitun.

Asam oleat dikaitkan dengan beberapa manfaat kesehatan, seperti mengurangi pembengkakan dan menurunkan risiko penyakit jantung. Bahkan dapat melawan kanker.

Buah zaitun memiliki kandungan karbohidrat yang rendah, hanya sebanyak empat sampai enam persen. Sebagian besar karbohidrat ini terdiri dari serat. Ada sebanyak 52 sampai 86 persen serat yang dihasilkan dari total kandungan karbohidrat dalam buah zaitun.

Mencegah kanker
Kandungan antioksidan dan asam oleat yang tinggi pada buah zaitun, dapat membantu mengurangi risiko kanker. Hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian bahwa buah zaitun dapat mengganggu siklus hidup sel kanker di payudara, usus besar dan perut. Namun masih diperlukan penelitian lebih lanjut.

Melawan infeksi
Buah zaitun sangat kaya akan antioksidan, seperti oleuropein, hydroxytyrosol, tyrosol, asam oleonalik, quercetin. Buah zaitun dapat mengurangi kerusakan oksidatif dalam tubuh dan membantu melawan infeksi yang disebabkan oleh bakteri.

Meningkatkan kesehatan jantung
Buah zaitun mengandung asam oleat yang dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan mengatur kadar kolesterol dan melindungi kolesterol LDL dari oksidasi, serta dapat membantu mengurangi tekanan darah. Kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko penyakit jantung.
Kandungan hydroxytyrosol pada buah zaitun juga dapat melindungi jantung. Antioksidan ini bertindak sebagai antikoagulan untuk menipiskan darah, yang mengurangi kemungkinan pembekuan darah dan menghalangi aliran darah.

Memperbaiki kesehatan tulang
Osteoporosis ditandai dengan penurunan massa tulang dan kualitas tulang. Hal ini dapat meningkatkan risiko patah tulang. Tingkat osteoporosis lebih rendah di negara-negara Mediterania (yang rajin makan buah zaitun) daripada di negara-negara Eropa lainnya, yang menyebabkan peneliti berspekulasi bahwa buah zaitun mungkin bersifat protektif untuk tulang. Beberapa senyawa yang ditemukan pada buah zaitun dan minyak zaitun telah terbukti membantu mencegah keropos tulang pada hewan percobaan.

Kanker Konsumsi Buah Zaitun 

Loading...

Related Post