Loading...

Advertisement

Anggota DPRD DKI Kunker, Katar: Perlu Dipertanyakan Anggarannya Dari Mana 

Anggota DPRD DKI Kunker, Katar: Perlu Dipertanyakan Anggarannya Dari Mana 
foto terasjakarta.id
Editor : Potan News — Senin, 6 Juli 2020 12:14 WIB
terasjakarta.id

Kebijakan DPRD DKI Jakarta yang kembali melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke berbagai daerah di Tanah Air menjadi polemik. Sebagian kalangan menilai kegiatan itu tidak patut dilaksanakan di tengah wabah pandemi covid-19 masih menjadi kekuatiran. 

Salah satunya disampaikan Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto. Menurutnya, pada April 2020 lalu DPRD telah mengalihkan anggaran Kunker pada tahun ini untuk penanganan Covid-19.

Pria yang akrab disapa SGY itu, mempertanyakan anggaran Kunker tersebut darimana? Apakah anggaran yang sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19 ditarik kembali?

"Lagipula Kunker untuk apa? Apa yang akan dipelajari DPRD dari daerah lain yang juga sedang sibuk mengatasi pandemi Covid-19 seperti Jakarta?," ujar SGY saat dihubungi, Senin (6/7).

Lebih lanjut SGY mengatakan, pihaknya curiga kalau keputusan DPRD untuk kembali melakukan uang Kunker semata-mata hanya untuk mendapatkan uang harian dari kegiatan perjalanan dinas seperti Kunker, yang besarnya menurut Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1066 Tahun 2018 tentang Standar Biaya Perjalanan Dinas Dalam dan Luar Negeri sebesar Rp4,5 juta/orang/hari untuk unsur pimpinan Dewan, dan Rp4 juta/orang/hari untuk anggota Dewan.

Ia menilai, pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 tidak memiliki sense of crisis mengingat pandemi ini juga membuat perekonomian Jakarta terpuruk yang berdampak pada anjloknya pendapatan daerah, sehingga APBD 2020 akan dikoreksi dari Rp87,9 triliun menjadi antara Rp47-52 triliun saat APBD 2020 Perubahan.

"DPRD seharusnya mengerti bahwa Pemprov DKI sedang kesulitan uang akibat Covid-19, sehingga TKD PNS saja dipotong 50% dan tunjangan transportnya dihapus. Masak DPRD tetap Kunker dengan menghabiskan biaya puluhan juta rupiah?" sindirnya.

Untuk diketahui, berdasarkan rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPRD dua pekan lalu, diputuskan kalau DPRD akan kembali melakukan Kunker setiap pekan, setelah kegiatan ini dihentikan pada April 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Saat Kunker dihentikan, pada April 2020 DPRD memutuskan untuk mengalihkan anggaran Kunker, anggaran reses dan anggaran sosialisasi Perda pada 2020 ini, untuk membantu Pemprov DKI mengatasi pandemi Covid-19, karena meyakini ketiga kegiatan itu tak dapat dilakukan karena rawan menjadi cluster penyebaran Covid-19.

Anggaran sebesar Rp256 miliar tersebut dialokasikan untuk memberikan bantuan sosial kepada warga miskin yang terdampak Covid-19.

Menurut data, Kunker DPRD DKI dimulai Kamis (2/7/2020) dan akan berlangsung tiap pekan setiap Kamis hingga Sabtu seperti sebelum dihentikan akibat pandemi Covid-19.

Pada Kamis (2/7/2020) hingga Sabtu (4/7/2020) pekan lalu yang berangkat komisi-komisi dengan tujuan Kota Tegal dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Rinciannya, Komisi A Kunker ke Pemkot Tegal; Komisi B ke Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kota Tegal; Komisi C Kunker ke DPRD Brebes; Komisi D Kunker ke DPRD Tegal; dan Komisi E Kunker ke DPRD Tegal.

Kamis pekan ini (9/7/2020) hingga Sabtu (11/7/2020) yang berangkat alat kelengkapan dewan (AKD) seperti Banggar, Bamus, Bapemperd, dan Badan Kehormatan (BK). Sementara pada Kamis hingga Sabtu pekan depan atau pada 16 hingga 18 Juli 2020 yang berangkat anggota Fraksi dari lintas komisi.

Menurut informasi, dari 106 pimpinan dan anggota DPRD DKI yang Kunker pada Kamis (2/7/2020) hingga Sabtu (4/7/2020) pekan lalu, delapan anggota komisi dari Fraksi PSI tidak ikut, sehingga yang berangkat sebanyak 98 orang.

Selama tiga hari Kunker, biaya dari APBD 2020 biaya yang disedot diperkirakan sekitar Rp 67 juta untuk ketua DPRD dan empat wakilnya, serta Rp1,116 miliar untuk 93 anggota Dewan. Total Rp1,183 miliar.

Ini belum termasuk biaya untuk 25 staf dari Komisi A, B, C, D dan E. 

Anggota DPRD DKI Kunker Katar Anggarannya 

Loading...

Related Post