Loading...

Advertisement

Uniknya Masker Istri KSAD: Harga Rp 22 Juta hingga Ada Dokter yang Beli

Uniknya Masker Istri KSAD: Harga Rp 22 Juta hingga Ada Dokter yang Beli
Editor : Melati News — Selasa, 7 Juli 2020 09:48 WIB
terasjakarta.id

Masker yang dipakai Diah tersebut diciptakan perusahaan Amerika Serikat, CleanSpace Technologies. Lebih spesifiknya, masker yang digunakan merupakan seri CleanSpace PAPR HALO.

Masker tersebut bukan kaleng-kaleng, lantaran memiliki teknologi canggih yang memungkinkan penggunanya menghirup udara bersih setiap saat. Purifying respirator sendiri memiliki kemampuan sebagai penyaring partikel debu dan kotoran lain termasuk virus dan bakteri.

Perusahaan Clean Space Technology mengklaim produknya lebih canggih dari Powered Air Purifying Respirator (PAPR) alias pemurni udara dengan menggunakan pompa udara untuk mendorong atau menarik udara lewat penyaring.

Masker ini disebut mampu menyaring 99,97 persen partikel kecil berukuran mencapai 0,3 mikro, termasuk bio hazard. Meski tampak berat, ternyata masker itu terbilang ringan dengan hanya memiliki massa 350 gram.

Selain itu masker tersebut membutuhkan daya baterai untuk menyaring udara. Baterai masker ini bisa bertahan hingga 9 jam dengan durasi pengisian baterai hingga penuh hanya 2 jam.

KSAD Jenderal Andika Perkasa dan istri jenguk prajurit korban heli jatuh di Kendal, Jawa Tengah. Foto: Youtube/Dispen TNI AD

Namun saat ini masker tersebut belum diproduksi di Indonesia. Produsennya yakni Fischer Scientific berbasis di Australia dan Singapura. Meski demikian, perusahaan bernama Bless Indo yang berkantor di Bandung sudah ditunjuk Fischer Scientific sebagai importir pada Juni.

Berdasarkan informasi di internet, masker tersebut harganya berkisar SGD 2.133 atau senilai Rp 22 juta. Namun untuk harga di Indonesia, salah satu staff Bless Indo, Erlinda Meidiani, mengatakan harga masker sedikit lebih mahal karena ada pajak dan biaya impor. Hanya saja Erlinda enggan menyebut harga pastinya.

Erlinda menyatakan perusahaannya baru mempromosikan produk tersebut selama sebulan. "Tapi mulai ada yang pesan," kata Erlinda saat dihubungi kumparan, Senin (6/7).

Ia mengatakan, mereka yang memesan adalah para dokter yang sehari-hari juga bertugas menghadapi pasien COVID-19. Namun Erlinda tidak merinci dari mana saja asal dokter tersebut.

"Iya sudah lebih dari sepuluh yang pesan. Mereka dokter-dokter, yang menyadari bahwa masker seperti ini berkualitas tinggi," ucapnya.

KSAD Jenderal Andika Perkasa olahraga bersama dengan Taruna Akmil. Foto: Dispenad

Ia menambahkan para pemesan juga tak bisa langsung mendapatkan masker seperti milik istri KSAD secara cepat.

"Barang ini kan inden. Jadi dari sananya kalau ada yang pesan, baru dibuat. Jadi mereka harus nunggu dulu paling lama 2 bulan. Kalau pesannya Juni awal, ya mungkin akhir Juli baru diproses," jelas Erlinda.

Sementara itu Ketua Tim Pakar Gugus Tugas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, merespons positif penggunaan masker istri KSAD.

"Sekarang inovasi alkes/APD (alat pelindung diri) makin besar," kata Wiku.

Ia menambahkan, masyarakat kini bebas memilih sesuai kapasitas dan kebutuhannya. Semakin baik fungsinya tentu harganya lebih mahal.

"(Yang jelas) Pilihan makin banyak," tutup Wiku.



masker 22juta

Loading...

Related Post