Loading...

Advertisement

Jakpro Mau Pinjam Uang ke Bank DKI, Taufik: Jaminannya Apa

Jakpro Mau Pinjam Uang ke Bank DKI, Taufik: Jaminannya Apa
foto terasjakarta.id
Editor : Potan Biz Up — Jumat, 24 Juli 2020 14:12 WIB
terasjakarta.id

Rencana PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengajukan dana talangan kepada Bank DKI tidak semudah membalikkan telapak tangan. Pinjaman tersebut, sebagai bentuk upaya menalangi dana penyertaan modal daerah (PMD) sebesar Rp1,2 triliun yang belum disalurkan hingga Juni 2020.

Sementara, keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI itu hanya mampu bertahan hingga Juli 2020.

Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI, Mohamad Taufik menilai, pagu anggaran yang dimiliki Bank DKI tidak cukup untuk memberikan pinjaman sebesar itu.

“Apakah Bank DKI cukup untuk berikan Rp1,1 triliun?. Saya minta, Bank DKI jangan ambil risiko,” kata Taufik di Jakarta, Jumat (24/7/2020).

Taufik menjelaskan, untuk meminjam uang di bank manapun tidak mudah, apalagi jumlahnya mencapai Rp1,1 triliun. Apalagi, keuangan Jakpro, menurut dia, sedang tidak baik sehingga cukup berisiko gagal bayar.

“Jakpro ingin pinjam. Maka, harus memiliki jaminan untuk hutang. Pertanyaan saya, Jakpro apa jaminannya? PMD? Kalau PMD tidak cair bagaimana? PMD harus ada persetujuan eksekutif dan legislatif,” bebernya.

Dia pun meminta, dua perusahaan plat merah itu mengerti bahwa APBD DKI 2020 turun hingga 53,66% atau hanya Rp47,18 triliun dari target semula realisasi APBD DKI 2020, mencapai Rp87,95 triliun.

“Saya menolak rencana peminjaman itu. Saya selaku Wakil Ketua Banggar DPRD DKI, akan panggil Direksi Bank DKI nanti,” tegas Taufik.

Taufik melanjutkan, jika memang Jakpro bisa melakukan pinjam uang ke Bank DKI, tidak perlu meminta PMD dari APBD. Artinya, perusahaan plat merah itu mampu sendiri menyelesaikan proyek dengan anggaran sendiri.

“Jangan minta PMD, karena mampu berhutang. Ini bukan perusahaan emaknya atau bapaknya. Ingat PMD bersumber dari APBD,” tegas taufik.

Seperti diketahui, PT Jakpro meminta Bank DKI membantu pembiayaan proyek JIS. “Kami sudah diskusi dengan Bank DKI, tinggal tunggu tanda tangan dan uang bisa cair,” jelas Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto, Senin (29/6/2020).

Bantuan itu sebagai bentuk upaya menalangi dana PMD sebesar Rp1,2 triliun yang belum disalurkan hingga Juni 2020, sementara keuangan Jakpro hanya mampu bertahan hingga Juli 2020 untuk mengerjakan beberapa proyek penugasan Pemprov DKI.

Dwi mengungkapkan, Bank DKI telah menyetujui dana sebesar Rp1,1 triliun, namun saat ini masih menunggu penyelesaian proses adminisrasi, paling lambat akan selesai pada pekan depan.



Jakpro Pinjam Uang Bank DKI Taufik

Loading...

Related Post