Loading...

Advertisement

DMI DKI: Panitia Kurban Wajib Pakai Masker dan Sarung Tangan Saat Bertugas

DMI DKI: Panitia Kurban Wajib Pakai Masker dan Sarung Tangan Saat Bertugas
Editor : Melati News — Rabu, 29 Juli 2020 15:42 WIB
terasjakarta.id

Idul Adha dan pemotongan hewan kurban di Jakarta tahun ini bakal digelar dengan sejumlah protokol kesehatan. Sebab, pandemi corona memang belum berakhir sampai hari ini.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI KH Ma'mun Al Ayyubi pun menjelaskan protokol yang harus dipenuhi para panitia pemotongan hewan kurban. Salah satunya, panitia Idul Adha yang melakukan pemotongan hewan kurban hingga mendistribusikan daging harus menggunakan masker.

Petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangkaraya menunjukkan tanda untuk sapi yang sehat di salah satu tempat penjualan hewan kurban di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (23/7). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

"Panitia kurban wajib pakai masker. Jadi memang panduan kita, semua yang jadi panitia wajib menggunakan masker," ujar KH Ma'mun dalam webinar yang digelar Pemprov DKI, Rabu (29/7).

Tak hanya mengenakan masker, panitia juga diwajibkan menggunakan sarung tangan saat bertugas. Juga mencuci tangan sebelum mulai bertugas.

"Kemudian cuci tangan sebelum bertugas. Panitia kurban pakai sarung tangan," jelasnya.

Panitia Kurban yang Kurang Sehat Dilarang Jalankan Tugas

Bagi panitia yang sedang dalam kondisi tak sehat juga dilarang untuk menjalankan tugas. Panitia yang boleh ada di tempat pemotongan hewan kurban juga dibatasi 3 sampai 5 orang saja.

Peraturan ini disusun sehingga potensi munculnya kasus baru dan klaster saat Idul Adha bisa dicegah.

"Setiap hewan disembelih cukup dihadiri 3-5 orang. Yang pegang hewan 3 orang, dia sudah cuci tangan, pakai masker tinggal juru sembelih yang potong. Panitia kurban harus sehat," ujarnya.



kurban panitia masker

Loading...

Related Post