Loading...

Advertisement

Idul Adha Dimasa Pandemi COVID-19, ini Pesan Gubernur Anies Soal Pelaksanaan Qurban

Idul Adha Dimasa Pandemi COVID-19, ini Pesan Gubernur Anies Soal Pelaksanaan Qurban
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (ist)
Editor : Potan News — Kamis, 30 Juli 2020 03:04 WIB
terasjakarta.id

Siang hari ini, dua hari menjelang pelaksanaan Hari Raya Idul Adha, kita bersama-sama mengikuti kegiatan sosialisasi pelaksanaan program Qurban. Tahun ini memang menjadi berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Di tahun-tahun sebelumnya, kita mengikuti satu protokol saja yaitu protokol syariat. Tata cara pemotongan yang sesuai dengan syariat Islam. Tahun ini ditambah dengan protokol kesehatan

Kita semua menyadari, tanpa perlu berpanjang lebar, sedang dalam kondisi wabah global. Kalau wabah global itu istilahnya pandemi, kalau wabah lokal istilahnya endemi.

Nah wabah global ini mengharuskan kita untuk bisa, di satu sisi menjalankan dan mengamalkan semua yang terkait dengan ibadah Qurban, di sisi lain ini adalah kesempatan untuk memastikan bahwa saudara-saudara kita yang berhak untuk menerima daging Qurban, menerima dan semuanya melewati tanggung jawab untuk melaksanakan Qurban dalam keadaan sehat dan aman. Sebelum pelaksanaannya sehat, sesudah pelaksanaannya sehat dan aman.

Kita semua mengetahui protokolnya, yang menjadi tantangan adalah melaksanakannya. Pengetahuannya ada, pelaksanaannya ini soal konsistensi

Karena itu kami berharap sekali bahwa di dalam pelaksanaan Qurban nanti, semua ketentuan dilaksanakan dengan disiplin. Yang pertama adalah pemotongan hewan Qurban dihadiri oleh panitia Qurban saja yang dibatasi jumlahnya dan jangan sampai ada kerumunan yang bisa menimbulkan potensi penularan. Dan kepada semua yang bertugas, harus menggunakan masker dan jaga jarak.

Bapak Ibu sekalian, penggunaan masker ini sangat instrumental. Ini bagian dari kebiasaan baru yang harus kita lakukan sama-sama. Karena kita menyadari bahwa penularan itu memang melalui butir-butir cairan yang keluar pada saat seseorang bersin, seseorang batuk, atau bahkan berbicara. Potensinya sangat besar

Karena itu bila menggunakan masker, itu sedang mengatakan kepada semua orang yang ada di sekitar kita: saya memikirkan keselamatan anda. Kalau ada orang tidak mau pakai masker, itu seperti mengatakan: saya tidak peduli dengan keselamatan anda. Karena pakai masker itu bukan untuk dirinya saja, tapi pakai masker itu adalah untuk orang lain.

Yang kedua adalah masyarakat ketika membeli, ketika mencari hewan Qurban, sebisa mungkin dilakukan dengan berjarak. Berjarak itu artinya menitipkan kepada panitia untuk mencarikan, atau membeli secara online. Tujuannya adalah mengurangi potensi interaksi

Lalu yang ketiga. Terutama kepada panitia semuanya, suruh masyarakat berisiko supaya tidak berada di lokasi pemotongan. Siapa mereka? Anak-anak, masyarakat berusia lanjut, lalu orang-orang yang memiliki penyakit bawaan. Dianjurkan dan kalau bisa diharuskan untuk tidak berada di lokasi pemotongan agar mereka-mereka yang berisiko bisa diselamatkan. Jangan sampai ada potensi penularan kepada mereka

Dan yang keempat, ini secara khusus kita berharap kepada panitia penyelenggara kegiatan Idul Qurban ini agar semua daging Qurban dapat didistribusikan secara langsung dan sesegera mungkin kepada para mustahik

Ini harapan bahwa pelaksanaan tahun ini nanti bisa berjalan dengan sebaik-baiknya. Dan kita berkeinginan agar di dalam kita merayakan Idul Adha tahun ini seperti juga ketika kita melewati Idul Fitri kemarin. Menjelang Idul Fitri ada begitu banyak kekhawatiran, bagaimana bila kedisiplinan tidak terjaga, setelah Idul Fitri muncul lonjakan. Alhamdulillah itu tidak terjadi. Kami berharap Idul Adha kali ini juga sama. Sesudah ini, tidak terjadi lonjakan kasus di lingkungan kita masing-masing

Dan izinkan dalam kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Majelis Ulama Indonesia DKI Jakarta yang telah mengeluarkan Fatwa tentang Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan Qurban saat wabah COVID-19. Fatwa MUI nomor 36 tahun 2020 ini harus dijadikan sebagai rujukan kepada kita semua karena Jakarta masih merupakan salah satu tempat dimana kasus positif COVID-19 masih banyak terjadi

Dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan juga tentang apa yang kita kerjakan di Jakarta. Setiap hari kita mendengarkan laporan ada kasus baru di Jakarta. Hari ini angkanya juga agak besar yaitu di atas 400. Ini nanti akan diumumkan sore ini jumlah persisnya itu akan ada 584 kasus baru.

Kenapa di Jakarta itu jumlahnya tinggi? Saya ingin sampaikan kepada semuanya di sini. Karena Jakarta mengambil strategi mencari orang-orang yang terpapar lalu diisolasi, lalu diputus mata rantainya.

Kalau Jakarta hanya ingin nampak angkanya kecil, maka Pemprov DKI Jakarta tidak usah melakukan testing. Dijamin angka COVID-19 langsung turun. Langsung turun angka COVID-nya. Tetapi masalah wabahnya tidak turun. Wabahnya tetap jalan terus. Tapi kita akan dapat pesan yang salah yaitu di luar sana masih ada wabah, tapi kita tidak secara aktif mencari.

Nah yang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta adalah melakukan pengetesan sebanyak mungkin, mencari orang-orang yang positif. Begitu ketemu positif, kalau dia tanpa gejala, tidak berisiko, isolasi mandiri. Kalau dia memiliki gejala atau berisiko, maka akan diminta diisolasi di Rumah Sakit

Di Jakarta ini secara aturan, secara target, tes untuk satu Jakarta itu minimal dilakukan sebanyak 10 ribu orang per minggu. Kami di Jakarta, satu pekan terakhir ini saja, 43 ribu orang per minggu. Jadi minimalnya 10 ribu, tapi kami mengerjakannya 40 ribu dan yang ditemukan positif ada 6,3 persen. Nah 6,3 persen inilah yang kalau tidak ketahuan itu mereka akan menularkan kepada lebih banyak lagi

Jadi saya berharap kepada semuanya nanti ikut membantu menjelaskan bahwa angka positif yang ditemukan di Jakarta itu harus disyukuri. Kalau mereka tidak ketemu, maka mereka menularkan.

Bayangkan kalau seseorang terpapar COVID-19 tapi dia tidak tahu bahwa terpapar COVID-19, maka dia menularkan kepada suami/istrinya, pada anaknya, pada teman kerjanya, pada orang tuanya. Tapi dengan orang ini ketemu, maka dia bisa mencegah dirinya menularkan kepada orang lain.

Jadi kami di Jakarta, saya selalu sampaikan kalau ada angka positif itu harus kita syukuri ketahuan. Banyak dari kita yang menganggap kalau positif berarti masalah. Memang kita masih punya wabah. Sedunia masih ada wabah. Pilihannya adalah mau ditemukan atau tidak.

Kalau tidak ditemukan, angkanya nanti kecil. Kalau kecil, mungkin kita bersyukur alhamdulillah tambahnya hari ini cuma 10. Lah iya (hasil itu terjadi) karena yang ditesnya sedikit, karena tidak berusaha diketahui.

Kalau di Jakarta justru meningkatkan kegiatan testing untuk menyelamatkan nyawa. Saya berkali-kali menegaskan kami bukan ingin menurunkan angka COVID-19, kami ingin menurunkan penyebaran COVID-19. Kalau menurunkan angka COVID-19 itu caranya mengurangi testing, langsung berkurang angka COVID-nya, tapi warganya bisa tidak selamat karena pemerintahnya melakukan testing.

Bapak ibu semuanya, doakan agar ikhtiar ini bisa cepat menuntaskan penyebaran COVID-19 di Jakarta. Dan doakan petugas medis, tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan bisa menjalankan tugas dengan baik

Ibu bapak, tolong bayangkan bila tugas di Rumah Sakit mengurungi COVID-19. Bayangkan kalau mereka harus menyuapi pasien COVID-19, itu sambil menyuapi, dia tahu bahwa pasien itu sedang membawa COVID-19. Mau ambil darahnya, dia tahu bahwa pasiennya membawa COVID-19. Kita ini kalau dengar cerita tenaga medis tidak membayangkan betapa menenggangkannya bagi seorang tenaga medis untuk terus-menerus berinteraksi dengan orang yang membawa penyakit COVID-19 setiap hari. Ini bukan tugas kecil. Ini bukan tugas tanpa risiko. Kita doakan mereka selalu diberikan kesehatan. Kita doakan mereka diberikan kekuatan.

Dan insya Allah Jakarta bisa segera menuntaskan mata rantai penularan dan kita bisa kembali berkehidupan seperti biasa dimana kita merasakan aman, kita merasakan sehat, bisa produktif. Dan insya Allah kota ini, kota yang selalu dalam keberkahan Allah

Itu saja yang saya bisa sampaikan sebagai pengantar di dalam webinar pada siang hari ini. Sekali lagi terima kasih kepada MUI dan seluruh jajaran. Terima kasih kepada DMI dan seluruh jajaran. Dan insya Allah Idul Adha kita dua hari yang akan datang bisa berjalan dengan lancar, dan kita rasakan manfaatnya bagi semua

Wassalamu alaikum

Idul Adha Pandemi COVID-19 Gubernur Anies Pelaksanaan Qurban

Loading...

Related Post