Loading...

Advertisement

Ekonomi Jakarta Terpuruk, SGY Sarankan Anies Diskusi Dengan Tokoh Jakarta Seperti Foke dan Boy Sadikin

Ekonomi Jakarta Terpuruk, SGY Sarankan Anies Diskusi Dengan Tokoh Jakarta Seperti Foke dan Boy Sadikin
Ket fot: Boy Sadikin (baju hitam), Sugiyanto alias SGY (ist)
Editor : Potan News — Sabtu, 8 Agustus 2020 10:56 WIB
terasjakarta.id

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak menganggap remeh dalam menghadapi tantangan besar dampak Pandemi Covid-19. Terlebih, Corona belum terkendali dan bahkan dalam sepekan terakhir kasus positif masih terus melonjak.

Menurut Sugiyanto,  Anies tidak perlu untuk buru-buru bicara soal rebound ekonomi dulu, setidaknya sampai situasi krisis kesehatan yang berdampak langsung pada ekonomi tertangani dengan baik.

Sugiyanto yang akrab disapa SGY itu menjelaskan, Anies sebaiknya fokus pada upaya meredam lonjakan kasus positif Covid-19 di Jakarta, Anies sekaligus harus juga memikirkan strategi kebijakan yang extraordinary dalam menjawab tantangan besar pemulihan ekonomi, mengingat sisa waktu Anies memimpin Ibu Kota sudah kurang dari dua tahun lagi.

“Saat ini krisis kesehatan masih berlangsung, di sisi lain bidang ekonomi juga harus segera diselamatkan. Ini jelas tidak mudah, karena Pak Anies hanya punya waktu kurang dari dua tahun, termasuk menunaikan janji kampanye,” kata Sugiyanto saat dihubungi terasjakarta.id, Sabtu (8/8/2020).

SGY mengatakan, setelah memperpanjang status PSBB Transisi untuk ketiga kalinya, belum ada perubahan berarti baik dari sisi kebijakan ekonomi maupun penurunan jumlah kasus positif di Jakarta.

“Angka kasus positif selama perpanjangan PSBB masa transisi juga meningkat tajam dengan rata-rata kasus 423 orang/hari. Per minggu positivity rate Jakarta saat ini sudah di angka 7,4 persen. Artinya, kita harus lebih waspada. Kenapa tidak misalnya Pemprov DKI kembali lagi ke pengetatan PSBB seperti semula?,” terang SGY.

Karena itu, SGY lantas menyarankan agar Anies kembali mendudukkan skala prioritas terkait kebijakan di Pemprov DKI. Dia kemudian menyinggung berbagai rencana stimulus untuk memulihkan ekonomi akibat Pandemi wabah Covid-19. Mulai dari rencana Anies mereklamasi Ancol, pinjaman dana sebesar Rp12,5 triliun kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani serta wacana menerbitkan obligasi daerah.

Atas kompleksitas masalah yang dihadapi Pemprov DKI ini, SGY juga meminta Anies membuka kemungkinan opsi-opsi lain. Misalnya, dengan memanggil dan meminta masukan-masukan dari mantan para pendukung utamanya yang notabene ikut terlibat dalam menyusun visi-misi dan program Anies-Sandi waktu Pilkada DKI 2017 silam.

Dalam catatan SGY, setidaknya ada empat orang yang tak bisa dilepaskan dari susksenya Anies-Sandi berkantor di Balai Kota DKI, yaitu, Mardani Ali Sera selaku Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, Boy Sadikin selaku koordinator Tim Relawan Anies-Sandi, M Taufik selaku Ketua DPD Gerindra DKI yang juga Ketua Sekretariat Pemenangan Anies-Sandi di Cicurug, serta Abraham ‘Lulung’ Lunggana (Haji Lulung), yang saat itu dianggap simbol perlawanan rakyat Betawi terhadap arogansi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di DPRD DKI.

“Jadi, menurut saya, sekarang saatnya Anies kembali memanggil orang-orang itu untuk dimintai masukan dan pendapatnya dalam rangka menghadapi krisis di Pemprov DKI. Dengan begitu, Anies nantinya menjadi punya opsi-opsi yang lebih luas terkait kebijakan apa yang sekiranya perlu ditunaikan cepat. Jangan sampai dalam dua tahun ini karena alasan Covid-19 banyak hutang kampanye yang tidak tertunaikan kepada masyarakat,” SGY menjelaskan.

Anies, tambah SGY, harus mau membuka diri terhadap setiap masukan yang positif demi membantu percepatan penanganan dan pemulihan ekonomi akibat bencana non alam Pandemi Covid-19 kiriman Wuhan China itu.

Selain ke empat tersebut, kata dia, ada satu tokoh lagi yang menurutnya penting untuk juga didengar masukan-masukannya, yaitu mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo alias Foke.

“Selain Gubernur, Foke adalah orang yang lahir dan besar di ‘perut Pemprov DKI’. Belaiu memulai karier di DKI dari PNS, staf, hingga di puncak karier jadi Gubernur. Sehingga tidak ada orang selain beliau yang lebih paham bagaimana etos kerja pejabat di lingkungan Pemprov DKI,” jelas SGY.

SGY yang juga aktivis Jakarta ini mengungkapkan, waktu di masa PSBB Transisi jilid III ini, Anies juga perlu mengevaluasi kerja-kerja anak buahnya.

“Dan dalam hal ini, masukan dari Foke akan sangat membantu. Karena, hampir semua pejabat DKI yang sekarang, semuanya pernah bekerja dibawah Foke,” beber SGY.

“Foke juga satu-satunya gubernur yang dulu pernah mewacanakan penerbitan obligasi daerah untuk percepatan pembangunan di DKI. Jadi, dalam menghadapi masa krisis ini Pak Anies perlu mendengarkan banyak masukan, tidak cukup dengan caranya sendiri,” kata SGY menambahkan.

Resesi di Depan Mata

Badan Pusat Statitsik (BPS) telah mengumumkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun ini. Ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat -5,32%, angka ini lebih dalam dibandingkan prediksi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatisebesar 5,08%.

Direktur Eksekutif INDEF Tauhid Ahmad mengungkapkan jika dilihat memang banyak yang memproyeksikan ekonomi Indonesia negatif pada kuartal II. Menurut dia kondisi ini juga terjadi pada negara-negara lain yang terdampak pandemi.

“Dilihat dari data itu kita negatif, dari situ saja sudah ada signal kalau kita berada di pintu gerbang resesi,” kata dia, Rabu (5/8/2020) kemarin.

Direktur Riset CORE Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, sebelumnya CORE sudah memproyeksi ekonomi minus -4,5% hingga -5,5%. Namun angka ini masih lebih baik dibandingkan kontraksi yang dialami Singapura -41% dan Amerika Serikat (AS) -30%.

“Resesi di depan mata, tapi bukan sesuatu yang harus dikhawatirkan. Jadi tidak usah panik, kalau ekonomi kontraksi di tengah wabah itu hal yang biasa,” kata dia.

Menurut Piter, kondisi ekonomi saat ini adalah sesuatu kenormalan baru di tengah kondisi wabah. “Semua negara mengalami ini, bisa resesi dan tidak aneh. Sekarang semua negara tertarik arus besar resesi yang melanda negara,” jelasnya.


Ekonomi Gubernur Anies SGY Boy Sadikin

Loading...

Related Post