Loading...

Advertisement

Hindari Lebih Banyak Korban, SGY Ingatkan Anies Soal Penyebaran Virus Corona di Balai Kota 

Hindari Lebih Banyak Korban, SGY Ingatkan Anies Soal Penyebaran Virus Corona di Balai Kota 
ist
Editor : Potan News — Minggu, 9 Agustus 2020 11:13 WIB
terasjakarta.id

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak separuh hati dalam menghambat penyebaran virus corona alias covid-19 di lingkungan Gedung Balai Kota. 

Sugiyanto yang akrab disapa SGY itu, meminta Anies melakukan penutupan ke seluruhan gedung Balai Kota yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan tersebut.

Pernyataan SGY tersebut disampaikan menyusul ditutupnya lantai 7 Gedung Blok G Balaikota DKI Jakarta karena sejumlah pegawai di lantai itu dinyatakan reaktif Covid-19 setelah menjalani rapid test. 

Lantai 7 Blok G merupakan salah satu lantai dimana Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) berkantor. 

"Gubernur harus menutup Balaikota selama tiga atau tujuh hari untuk penyemprotan disinfektan, karena meski yang dinyatakan reaktif Covid-19 pegawai di lantai 7 Blok G, tapi pegawai itu kan pernah berjalan-jalan kemana-mana, termasuk ke sekitaran Balaikota, sehingga bukan mustahil virus itu telah menyebar di area Balaikota," kata Sugiyanto melalui keterangan tertulisnya,  Minggu (9/8/2020). 

Aktivis yang akrab disapa SGY ini bahkan curiga kalau jangan-jangan bukan hanya pegawai di lantai 7 Blok G yang reaktif, namun juga di lantai lain. 

"Bahkan mungkin saja sudah ada yang positif," imbuhnya. 

Aktivis berkacamata ini pun meminta Gubernur, juga BKD (Badan Kepegawaian Daerah), terbuka dan tidak menutup-nutupi jika memang ada pegawai di lantai dan blok lain di area Balaikota yang telah terpapar, karena menyangkut masalah kesehatan. Apalagi karena banyak orang yang sudah terpapar, tapi tidak menunjukkan gejala. 

Selain menyarankan agar menutup Balaikota, SGY juga menyarankan agar Anies melakukan 3T di lingkungan Pemprov DKI Jakarta, yakni tracing, testing dan treatment, karena ia khawatir PNS di tingkat kota administrasi dan kabupaten pun telah ada yang terpapar. 

"Anies harus meminta laporan dari walikota, bupati, camat, dan lurah. Bila ada yang tidak tranparan dan tidak melaporkan adanya PNS yang terinfeksi Covid-19, segera berikn sanksi," katanya. 

SGY meyakini, rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus dengan cara  keterbukaan dan transparansi. 

Untuk diketahui,  Pemprov DKI Jakarta menutup lantai 7 Blok G kompleks Balaikota, karena sejumlah pegawai di lantai itu dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test. 

"Lantai 7 hari ini tutup semua. Senin pegawai masuk hanya 50 persen," kata Sekda DKI Saefullah saat dikonfirmasi, Sabtu (8/8/2020). 

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Chaidir mengatakan, staf yang reaktif tersebut diketahui dari rapid test, namun hasil test swab dengan metode polymerase chain reaction (PCR) belum keluar. 

"Dia baru reaktif. Maka dilakukan WFH (workd form home) di rumahnya, isolasi mandiri," kata Chaidir. 

Untuk saat ini hanya lantai 7 Blok G yang ditutup. Sedangkan lantai lainnya tetap bisa digunakan seperti biasa. 

"Lantai itu aja, yang terjadi kan di lantai BPKD. BPKD punya tiga lantai, lantai tujuh lantai 14, lantai 15," tegasnya. 

SGY Anies Virus Corona Balai Kota 

Loading...

Related Post