Loading...

Advertisement

Cegah Tidak Lebih Meluas, SGY Minta Anies Kembali Terapkan WFH 

Cegah Tidak Lebih Meluas, SGY Minta Anies Kembali Terapkan WFH 
ist
Editor : Potan News — Selasa, 11 Agustus 2020 14:39 WIB
terasjakarta.id

Kasus baru infeksi Covid-19 di Jakarta semakin meningkat akhir-akhir ini. Bahkan perkantoran selama ini dianggap aman sekarang menjadi klaster baru dalam penyebaran virus corona. 

Kebijakan kembali kepada sistem kerja work from home (WFH) kembali mengemuka. Hal itu didasari semakin bertambahnya jumlah kasus serta bertambahnya klaster baru terutama sejak di mulai aktifitas perkantoran. 

Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto menilai, kondisi ini menjadi dilema tersendiri bagi para pekerja yang wajib datang ke kantor untuk menunaikan tanggung jawabnya dalam bekerja. Sedangkan di sisi lain, mereka terus dihantui ketakutan luar biasa terhadap virus yang sudah memakan korban ribuan tersebut. 

Sugiyanto yang akrab disapa SGY, mendesak Gubernur DKI Anies Baswedan kembali menerapkan sistem kerja WFH. Ia berasalan, sangat sulit menghilangkan penyebaran apabila kegiatan warga masih terus berlangsung tanpa penerapan protokol kesehatan dengan baik. 

"Saya rasa gubernur Anies harus kembali menerapkan sistem kerja WFH. Tidak ada jalan lain untuk melakukan pencegahan. Mana mungkin bisa dicegah, pada satu sisi lalu lalang warga masih sulit terkendali," ujar SGY saat dihubungi, Selasa (11/8/2020).

"Anies harus kembali sampaikan kebijakan tegas, bahwa semua perkantoran wajib WFH. Jangan sampai hanya demi perbaikan ekonomi, nyawa warga banyak melayang," tambahnya. 

Menurut SGY,  keputusan lakukan WFH atau  ‘melockdown kantor’ harus menjadi kesadaran kolektif bagi para perusaaan atau pengelola gedung yang menjadi kluster. Hal ini perlu dijadikan gerakan bersama dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19.

SGY mengungkapkan, hasil tes tidak cukup sebagai bagian dalam pencegahan. Menghambat penyebaran covid-19 harus dengan memutus mata rantai dengan mengurangi pergerakan. 

"Kembali WFH atau hentikan kegiatan perkantoran secara menyeluruh sangat penting sekarang ini, tidak perlu lagi melakukan himbauan untuk mengikuti protokol kesehatan," ungkap SGY. 

"Jangan berpikir dengan banyaknua diketahui hasil tes, berarti penyebaran virus dapat diatasi, itu pengertian yang salah. Sekarang yang penting pencegahan," imbuhnya. 

Untuk diketahui sebelumnya,  terhitung sejak tanggal 6 Agustus 2020, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) DKI Jakarta  menutup sementara 31 perkantoran. Penutupan perkantoran menyusul adanya konfirmasi positif Covid 19 serta pelanggaran protokol kesehatan.

Kepala Disnaker Andri Yansyah mengatakan, Disnakertrans dan Energi Provindisi DKI Jakarta mencatat ada 26 kantor yang ditutup sementara. Dimana seharusnya berjumlah 31 kantor. 

“Harusnya 31 kantor.  Maaf atas kesalahan administrasi yang terjadi. Saya luruskan bahwa yang benar adalah 31 kantor yang ditutup sementara,” kata Andri dalam keterangannya, Kamis (6/8). 

Secara lebih rinci, dari 31 kantor, sebanyak 24 kantor ditutup sementara karena ada laporan kasus positif Covid-19. Sedangkan 7 kantor lainnya ditutup sementara karena melanggar protokol Kesehatan.

DKI sangat mengapresiasi perusahaan maupun perkantoran yang  kooperatif dalam melaporkan kasus positif covid-19 yang menimpa pegawainya kepada Disnakertrans DKI Jakarta.

“Ini bukan suatu kejelekan atau aib,  malah justru kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap perkantoran/perusahaan tersebut, karena sudah menjalankan protokol Covid-19 saat karyawannya terpapar.  Ini sangat membantu dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelasnya.



Lebih Meluas SGY Anies Terapkan WFH 

Loading...

Related Post