Loading...

Advertisement

Kabar Baik Corona: Obat dari Unair Ampuh hingga Tak Ada Kasus Baru di 5 Provinsi

Kabar Baik Corona: Obat dari Unair Ampuh hingga Tak Ada Kasus Baru di 5 Provinsi
Editor : Melati News — Senin, 17 Agustus 2020 09:48 WIB
terasjakarta.id
Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menyelesaikan uji klinis tahap III atau tahap akhir dari obat penawar bagi pasien COVID-19.

Hasil uji klinis itu telah diserahkan kepada KSAD yang juga Wakil Ketua Pelaksana Komite COVID-19, Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat COVID-19 pertama di dunia," kata Rektor Unair Prof Mohammad Nasih.

Nasih menuturkan, obat baru ini merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat. Pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

Sementara penelitiannya dilakukan oleh Unair, TNI AD, BIN, dan Polri. Adapun pembuatan obat ini dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti syarat BPOM.

"Yang perlu ditekankan adalah untuk produksi dan edarnya kita tetap masih menunggu izin produksi dan edar BPOM. Artinya obat ini belum akan diproduksi sepanjang belum ada izin BPOM," jelas Nasih.

Berdasarkan hasil uji klinis, efektivitas obat tersebut dalam mematikan virus corona mencapai lebih dari 90 persen. Selain itu, dosis yang dihasilkan lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.

Obat Corona dari Unair Diklaim Mampu Cepat Bunuh Virus Corona dan Aman

Kepala Penelitian dan Pengembangan Stem Cell Unair, Purwati, mengatakan, obat corona ini memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi.

Data itu didapat melalui pemeriksaan PCR. Dalam sejumlah kondisi, efektivitas obat ini bahkan bisa mencapai 98,9 persen. Artinya, virus yang berada di dalam tubuh hampir seluruhnya bisa mati dalam waktu singkat.

Meski begitu, Purwati mengatakan tetap ada efek samping dalam obat ini.

"Setiap sesuatu obat pasti ada efek sampingnya. Setidaknya uji toksisitas dari kombinasi obat yang kita lakukan, maka di situ efek samping ditemukan tidak terlalu toksit," ucap dia.

Namun,ia memastikan obat ini aman terhadap organ jantung, liver, dan ginjal pasien selama 7 hari.

"Alhamdulilah terjadi perbaikan dari fungsi liver. Jadi relatif aman untuk digunakan," jelas dia.

Wakil Ketua Komite Pelaksana Penanganan COVID-19 dan PEN Andika Perkasa (kanan) menerima hasil uji klinis tahap tiga obat baru COVID-19 dari Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih di Jakarta, Sabtu (15/8/2020). Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA FOTO

Andika Perkasa: Obat Corona dari Unair Tinggal Tunggu Izin Edar BPOM

Andika Perkasa menyambut baik hasil uji klinis tahap III obat corona dari Unair. Ia mengatakan obat tersebut kini hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM.

"Obat ini tinggal menunggu izin edar dari BPOM," kata Andika.

Andika memastikan dalam waktu dekat akan bertemu Kepala BPOM untuk membicarakan soal izin edar obat penawar COVID-19 itu. Selain itu dia menjelaskan, obat ini diperkirakan akan mendapat subsidi dari pemerintah pada awal peredarannya mengingat kondisi bangsa saat ini yang tengah dilanda pandemi.

"Hari Rabu saya menghadap Ketua BPOM itu dalam rangka secara resmi mohon dukungan untuk percepatan izin. Saya yakin anggaran ini akan diberikan sehingga tidak semata-mata akan dijual begitu saja," ucap dia.

Lima Provinsi Nihil Kasus Baru COVID-19 dalam 24 Jam

Hingga Minggu (16/8), jumlah kasus positif corona di Indonesia menyentuh angka 139.549 kasus. Sementara jumlah pasien meninggal sebanyak 6.150 orang.

Di sejumlah provinsi, masih melaporkan penambahan kasus baru COVID-19. Namun, ada kabar baik di mana lima provinsi tidak mengalami penambahan kasus baru selama 24 jam.

Adapun lima provinsi itu yakni Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, kabar baik juga datang dari pasien sembuh yang kini telah mencapai 93.103 orang.



corona virus indonesia vaksin

Loading...

Related Post