Loading...

Advertisement

Bahaya Mengancam Pedagang Pasar Timbul Barat

Bahaya Mengancam Pedagang Pasar Timbul Barat
ist
Editor : Potan News — Senin, 7 September 2020 13:58 WIB
terasjakarta.id

Pedagang dan pembeli terancam bahaya saat bertransaksi di Pasar Timbul Barat (Timbar), Tomang Tinggi, Jakarta Barat (Jakbar). Sebab, pembangunan pasar belum jadi, tetapi pedagang sudah berjualan di sana.

Pembangunan Pasar Timbar masih berupa struktur bangunan dengan konstruksi tiang-tiang beton alias belum rampung. Memang di lantai dasar, sebagian sudah ada sekat-sekat dinding pemisah ruangan. Seperti untuk los pada pasar pada umumnya.

Namun, kondisinya masih sangat berantakan. Dinding penyekat antar los belum diaci. Hebelnya masih kelihatan belum rapi. Akhirnya, pedagang berinisiatif memasang tiang-tiang sendiri dari besi maupun kayu dan menutupnya dengan triplek sederhana.

Sedangkan, di lantai dua, baru sedikit terpasang besi baja sebagai rangka atap bangunan. Melihat kondisi ini, Pasar Timbar semestinya belum layak beroperasi. Tetapi kok sudah diisi dan dimanfaatkan para pedagang. Kondisi bangunan sepert itu, sangat mengancam keselamatan pedagang dan pembeli. Apalagi, sebagian bangunan terbakar saat kebakaran di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Timbar, 7 Agustus lalu.

Misalnya, sisi depan bagian atas bangunan proyek pasar ini ada yang ikut terbakar. Makanya, masih terlihat pita kuning pembatas garis polisi terpasang di sana. Nampak warna hitam bekas kebakaran di spandek yang menjadi tulang beton lantai dua.

Selain hitam, spandek juga sudah doyong. Rawan runtuh dan bisa menimpa orang. Selain itu, di lantai bawah maupun atas, masih banyak material yang berserakan, seperti besi baja yang belum terpasang. Serta masih banyak alat- alat berat di lantai dua.

Belum lagi parkiran yang masih acak- acakan dan belum rapi. Artinya, dengan kondisi yang masih belum siap, tidak seharusnya para pedagang korban kebakaran dipindahkan ke dalam Pasar Timbar yang belum jadi. Seharusnya keselamatan para pedagang menjadi perhatian utama.

Proyek pembangunan Pasar Timbar sebenarnya dikerjakan oleh PT RBP sebagai kontraktor yang digandeng Pusat Koperasi Pedagang Pasar DKI Jakarta (Puskoppas Jaya). Tetapi setelah kebakaran TPS Pasar Timbar itu, pembangunan proyek diambilalih oleh Perumda Pasar Jaya.

Sehari setelah kejadian kebakaran, Perumda Pasar Jaya memindahkan para pedagang di TPS ke dalam Pasar Timbar yang belum jadi. PT RBP pun mempertanyakan siapa yang bertanggung jawab bila terjadi kecelakaan kerja.

Misalnya, bangunan roboh dan menimpa pedagang. Apalagi, sampai saat ini, belum ada kejelasan administrasi pengambilalihan proyek Pasar Timbar oleh Perumda Pasar Jaya. Sementara di sisi lain, para pedagang sudah dipindahkan ke dalam bangunan pasar yang belum ada uji kontruksi serta Sertifikat Layak Fungsi (SLF).

“Ini kan melanggar aturan dan regulasi. Secara administrasi, belum ada perjanjian tertulis pembangunan Pasar Timbar diambil-alih Perumda Pasar Jaya. Kita tidak mau bila terjadi risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Sebab, takutnya kita yang bertanggung jawab,” kata Lastri, staf legal RBP dalam keterangannya, kemarin.

Direktur Keuangan RBP, Haji Lutfi, menjelaskan, proyek pembangunan Pasar Timbar merupakan kerja sama antara Perumda Pasar Jaya selaku pemilik lahan dengan Puskoppas Jaya selaku developer.

Kemudian, Puskoppas menggandeng pihak ketiga yakni RBP sebagai kontraktor untuk mengerjakan pembangunan pasar dan juga pembiayaan proyek hingga selesai.

Karena itu, sebagai pihak yang memegang kontrak kerja sama untuk membangun dan membiayai Pasar Timbar, Lutfi berharap, Puskoppas dan Perumda Pasar Jaya memberikan penjelasan secara tertulis kelanjutan pelaksanaan proyek.

“Puskoppas ada menyampaikan informasi baru secara lisan, bahwa proyek akan diambilalih Pasar Jaya. Hitung-hitungannya nanti menyusul. Tapi ini semua belum jelas. Baru sebatas omongan kan,” tanya dia.



Bahaya Mengancam Pedagang Pasar Timbul Barat

Loading...

Related Post