Loading...

Advertisement

Tutup Usia Akibat Kanker, Ini Profil dan Prestasi Alfred Riedl

Tutup Usia Akibat Kanker, Ini Profil dan Prestasi Alfred Riedl
ist
Editor : Potan Sport Style — Rabu, 9 September 2020 09:42 WIB
terasjakarta.id

Mantan pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Alfred Riedl, meninggal dunia pada usia 70 tahun, Selasa (8/9/2020) pagi WIB. Pria yang malang melintang sebagai pelatih Timnas itu, tutup usia akibat kanker yang sudah diderita sejak lama.

Nama Alfred Riedl cukup terkenal di Austria. Betapa tidak, karier sepakbolanya sudah dimulai sejak 1961 bersama klub ATSV Teesdorf. Ia memperkuat klub tersebut hingga 1967 ketika direkrut oleh FK Austria Wien, salah satu kesebelasan papan atas.

Selama lima tahun, Alfred Riedl membela klub tersebut. Kariernya memang dihabiskan sebagian besar di Austria. Namun, ia pernah berkelana ke Belgia dengan memperkuat Standard Liege pada 1976-1980 dan FC Metz di Prancis pada 1980.

Pria yang berposisi sebagai striker ketika aktif itu sempat membela Tim Nasional (Timnas) Austria, mulai level U-18 hingga senior. Sayangnya, koleksi caps Riedl terlalu sedikit untuk Timnas Austria, yakni empat kali saja pada rentang 1975-1978.

Sebagai pemain, Alfred Riedl sukses merebut gelar juara Piala Austria 1970-1971 dan Liga Austria (1968-1969, 1969-1970) bersama FK Austria Wien. Sementara saat memperkuat Grazer AK, ia sekali menjadi juara Piala Austria pada 1980-1981.

Semasa aktif bermain, Alfred Riedl dikenal sebagai striker subur. Terbukti, ia pernah menyabet gelar top skor Liga Austria pada 1971-1972 dan Liga Belgia sebanyak dua kali (1972-1973 dan 1974-1975). Kariernya sebagai pesepakbola ditutup di VfB Modling pada 1985 ketika berusia 35 tahun.

Selepas pensiun, Alfred Riedl mengambil lisensi kepelatihan. Kariernya sebagai pelatih dimulai dari klub Wiener Sport-Club pada 1989-1990. Setelah itu, Riedl ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Austria pada era 1990-1991. Sebagai pelatih, ia kerap berkelana ke berbagai benua.

Alfred Riedl pernah menangani klub asal Liga Mesir, El Zamalek, pada 1994-1995. Setelah itu, ia kembali menangani timnas, yakni Liechtenstein pada 1997-1998, sebelum berlabuh di Vietnam pada 1998-2000. Perjalanan hidup membawanya ke Indonesia pada 2010 dan menjadi juru taktik Timnas Indonesia.

Tim Merah Putih pula yang menjadi penutup karier kepelatihan seorang Alfred Riedl. Ia sempat didekati oleh Persebaya Surabaya pada 2019 untuk menjadi pelatih. Namun, alasan kesehatan menyebabkan Alfred Riedl urung menangani Bajul Ijo.

Semasa menjadi pelatih, prestasi Alfred Riedl terhitung biasa-biasa saja. Ia bahkan tercatat tiga kali menjadi runner-up Piala AFF, dua kali bersama Indonesia dan sekali dengan Vietnam. Selamat jalan Alfred Riedl. 

Tutup Usia Akibat Kanker  Alfred Riedl

Loading...

Related Post