Loading...

Advertisement

Mengharukan, Persahabatan Pasukan TNI dan Nenek Sumiyati di Papua 

Mengharukan, Persahabatan Pasukan TNI dan Nenek Sumiyati di Papua 
ist
Editor : Potan News — Kamis, 10 September 2020 09:37 WIB
terasjakarta.id


Anggota TNI identik dengan sikap yang tegas dan disiplin. Sebagai seorang prajurit, anggota TNI harus siap untuk ditugaskan di manapun dan kapan pun. Hal ini membuat prajurit TNI begitu dekat dengan masyarakat sekitar tempatnya bertugas.

Seperti beberapa prajurit berikut ini. Selain dekat dengan masyarakat, prajurit-prajurit yang bertugas di Papua ini juga merawat seorang nenek yang tua renta.

Dilansir dari akun Instagram @tni_angkatan_darat, terdapat kisah haru persahabatan antara pasukan TNI yang bertugas di Papua dengan seorang nenek tua.

Anggota Satgas Pamtas Yonif MR/411 Pandawa Kostrad, Pratu Ahmad Rifa'i pun menceritakan awal mula pertemuan mereka dengan nenek tua bernama Nenek Sumiyati.

"Pertama saya ketemu Mbah Sumiyati, ketika saya tergabung Satgas Pengaman Perbatasan daerah Papua dan kebetulan saya dapet tempat di Sota, Merauke di dekat nol kilometer sana. Dan ketika saya ketemu beliau itu, ada usulan dari warga ada yang meninggal, nah dari situ lah saya dan rekan-rekan mau mendirikan tenda untuk yasinan," kata Pratu Ahmad Rifa'i.

"Kebetulan dari situ, saya lihat ada seorang nenek yang teriak-teriak karena mungkin kebetulan yang ditinggalkan itu suami yaitu bernama Mbah Sudono," sambungnya.

"Nah dari situ saya merasa kok kenapa nenek itu berteriak-teriak, saya langsung mendekat. Ternyata memang kondisinya mohon maaf sudah tidak bisa apa-apa, sudah lumpuh," imbuhnya.

Pratu Ahmad Rifa'i pun mengungkapkan alasannya dan rekan-rekan merawat Nenek Sumiyati. Hal ini karena ia telah menganggap Nenek Sumiyati seperti ibunya sendiri.

"Alasan saya kenapa saya merawat beliau, karena saya merasa beliau itu seperti ibu saya sendiri. Awalnya saya merasa canggung karena beliau kan perempuan, tapi saya lihat wajah seperti kaya ibu saya sendiri aja," ungkap Pratu Ahmad Rifa'i.

Ketika ditanya perasaannya bertemu anggota TNI, Nenek Sumiyati mengaku senang. Ia juga mengungkapkan keinginannya untuk ikut pulang ke Jawa.

Nenek Sumiyati diketahui berasal dari Kediri, Jawa Timur. Sejak 2009, ia dan mendiang suaminya telah menetap di Papua

"Nenek seneng enggak ada tentara?" tanya perekam video.

"Senang, ada pak tentara. Mau ikut," jawab Nenek Sumiyati sambil tersenyum.

"Ikut pulang ke Jawa sama pak tentara?" tanya perekam video lagi.

"Iya," jawab Nenek Sumiyati.

Pratu Ahmad Rifa'i mengungkapkan perasaannya ketika ada informasi untuk kembali pulang ke Jawa. Ia merasa sedih karena harus meninggalkan Nenek Sumiyati.

"Ketika saya ada info untuk kembali pulang, saya merasa sedih, berat, ya tapi karena kita tentara, kita bergerak karena atas dasar perintah, ya mau gimana lagi, saya mengikuti saja," ungkapnya.

Mengetahui keinginan Nenek Sumiyati, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa pun memerintahkan anggotanya untuk menjemput dan mengantar Nenek Sumiyati pulang ke kediri.

"Waktu itu kan kami sudah purna tugas dan kami sudah sampai di pelabuhan Merauke, di kapal KRI Banda Aceh, dan malamnya itu saya waktu jam setengah dua belas, saya dapat perintah dari komando atas disuruh jemput beliau (Nenek Sumiyati) di Sota. Dan kami bergegas hari itu juga bergerak," kata Pratu Ahmad Rifa'i.

Setelah melewati perjalanan yang cukup jauh, Nenek Sumiyati pun akhirnya sampai di Kediri, Jawa Timur dengan diantar oleh anggota TNI. Ia tampak sangat bahagia bertemu dengan anggota keluarganya.

Terlihat sanak saudara Nenek Sumiyati datang memeluknya. Suasana haru pun begitu terasa di kediaman Nenek Sumiyati di Kediri.

Tak lama setelah berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman, Nenek Sumiyati dikabarkan meninggal dunia. Pratu Ahmad Rifa'i pun mengungkapkan rasa dukanya yang mendalam.

"Mungkin dari kami, keluarga besar Yonif Mekanis Raider 411 Pandawa khususnya Poskout Sota, mengucapkan selamat jalan nenek. Semoga amal ibadah waktu di dunia diterima di sisi Allah SWT. Semua keceriaan kebersamaan kita akan kami kenang selalu akan tetap sampai kapan pun. Selamat jalan nenek," kata Pratu Ahmad Rifa'i.

(sumber: merdeka.com)

Mengharukan Persahabatan Pasukan TNI Nenek Sumiyati

Loading...

Related Post