Loading...

Advertisement

Jangan Korbankan Masyarakat Patuh, Gilbert: Tindak Tegas Pelanggar Aturan PSBB 

Jangan Korbankan Masyarakat Patuh, Gilbert: Tindak Tegas Pelanggar Aturan PSBB 
ist
Editor : Potan News — Kamis, 10 September 2020 13:29 WIB
terasjakarta.id

Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Gilbert Simanjuntak menilai, diberlakukannya kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat oleh Pemprov DKI suatu langkah yang tepat. Namun demikian ia berharap, Pemprov harus tegas dalam menegakaan aturan PSBB tersebut. 

Gilbert yang juga Pakar Epidemiologist itu menerangkan, pihaknya berharap PSBB Ketat jangan sampai menjadi PSBB Transisi nama baru. Hal itu untuk menghindari kegagalan seperti pada masa PSBB Transisi. 

"Sejak awal sudah saya sebutkan di media bahwa PSBB Transisi adalah kebijakan gagal, tapi berlanjut hingga 5 kali. Semakin hari kasus semakin naik dan tidak terkendali," jelas Gilbert. 

"Penjelasannya begini, melihat data jangan hanya melihat Rt (<1 versus >1), tapi harus juga melihat nilai absolut (10 kasus baru versus 1000 kasus baru per hari). Juga jangan hanya melihat positivity rate (<5 versus >5) karena ini juga sudah terlambat 4,5 hari," sambung Mantan Wakil Ketua Regional IAPB SEARO/WHO Vision 2020. 

Lebih lanjut Gilbert menambahkan, ketegasan dalam PSBB ketat, harus langsung ke bawah dan melibatkan semua unsur di pemerintahan. 

"Masyarakat dilarang kumpul-kumpul di jalan sempit dan gang, pasar diawasi ketat agar patuh terhadap protokol, juga angkutan umum dan kantor. Libatkan pihak TNI dan Polri. Pengurus Rt dan Rw wajib bertanggungjawab," ujar Gilbert yang juga pernah menjabat Wakil Rektor UKI.

"Jam malam perlu diberlakukan,  kebijakan tanggung hanya akan menuai kegagalan. Jangan buat PSBB Transisi hanya ganti nama jadi PSBB Ketat, dan masyarakat yang patuh, kaum disabilitas dan anak-anak jadi korban," pungkasnya. 




Masyarakat Patuh Gilbert Tindak Tegas Pelanggar Aturan PSBB 

Loading...

Related Post