Loading...

Advertisement

Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta, Begini Saran SGY Kepada Anies 

Krisis Lahan Pemakaman di Jakarta, Begini Saran SGY Kepada Anies 
ist
Editor : Potan News — Senin, 21 September 2020 14:54 WIB
terasjakarta.id

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan disarankan untuk menagih kewajiban PT DP menyerahkan lahan makam pengganti seluas 65,9 hektare di Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

"Jika kewajiban itu dapat ditagih, maka  krisis lahan pemakaman untuk korban Covid-19 yang saat ini sedang dialami Pemprov DKI, dapat diatasi," kata Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar) Sugiyanto, di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Ia menjelaskan, berdasarkan rencana induk/master plan tahun 1965-1985, pada tahun 1984 dan tahun 1986  Pemprov DKI Jakarta melakukan kerjasama pemanfaatan aset tanah milik Pemprov dengan PT DP.

Tanah yang dikerjasamakan tersebut berupa area tempat pemakamam umum (TPU) seluas 708.850 m2 (70,88 hektare) di wilayah Mangga Dua, Jakarta Utara; di wilayah Jelambar Islam  dan Jelambar Buddha, Jakarta Barat; dan area TPU Sanjaya, Jakarta Selatan. 

Rinciannya: 308.856 m2 (30,88 Ha) di bekas TPU Mangga Dua;  86,963 m2 di bekas TPU Jelambar Islam; 301.508 m2 di bekas TPU Jelambar Buddha; dan 11.793 m2 di bekas TPU Sanjaya.

Sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS), lanjut aktivis yang akrab dispa SGY ini, PT DP berkewajiban melakukan pembangunan fisik dan peremajaan lingkungan atas aset bekas TPU yang dikerjasamakan dan melakukan pembelian tanah makam pengganti yang siap pakai seluas kurang lebih 263.106 m2 (26 hektare).

Sebagai konpensasi atas PKS tersebut, pengembang memperoleh izin penggunaan setifikat Hak Guna Bangunan (HBG) di atas Hak Pengelolahan Lahan (HPL) milik Pemprov DKI Jakarta selama 20 tahun, yang dapat diperpanjang dan dialihkan kepada pihak ketiga seusuai dengan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan Berita Acara Serah Terima (BAST) No. 4918/1992 Tanggal 7 Agustus 1992 , DKI telah menerima tanah makam penganti, tetapi kondisinya  sampai sekarang diduga kuat masih berupa rawa atau empang.

“Sesuai perjanjian kerjasama antara Pemprov DKI Jakara dengan pengembang, seharusnya tanah pengganti itu dalam kondisi siap pakai untuk TPU, dan tanah itu telah disertifikatkan hak pakai atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Nomor 484 Tanggal 14 Juni 1991,”  imbuh SGY.

Pada perjalannya, PKS antara Pemprov DKI dengan PT DP  telah dua kali mengalami addendum, salah satunya karena PT DP mundur dari kerjasama dan menyerahkan izin prinsip pengunaan lokasi bekas TPU yang dikerjasmakan kepada PT CLS, yaitu bekas TPU Jelambar Islam, Jelambar Buddha, dan bekas TPU Senjaya

"Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tahun 2014, pada halaman 228 BPK merekomendasikan kepada Kepala BPKAD untuk meminta pertanggungjawaban PT DP supaya menyerahkan tanah pengganti seluas 659.430 m2 (65,9 hektare) di Kelurahan Pagadungan yang masih berupa rawa menjadi tanah pengganti TPU dalam kondisi siap pakai sesuai perjanjian,” imbuh SGY.

Iya meyakini, jika kewajiban ini dapat ditagih, Pemprov DKI dapat memakamkan ribuan korban Covid-19 di lahan tersebut, sehingga krisis lahan pemakaman untuk korban pandemi dari China itu dapat diatasi.

Menanggapi hal ini, Koordinator Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (KOMTAK) Lius Sungkharisma mengatakan, permasalahan kekurangan lahan untuk pemakaman korban Covid-19 di DKI harus segera dicari solusinya.

Karenanya, kata dia, kewajiban pengembang untuk menyediakan lahan makam penganti siap pakai berdasarkan hasil audit BPK, wajib ditindak lanjuti.

“Gubernur DKI Jakarta harus turun langsung menelusuri tanah makam penganti seluas 65,9 hektare ini. Anies harus bersikap tegas kepada siapapun, termasuk kepada pengembang untuk menegakan kebenaran. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas," katanya via telepon.

Seperti diketahui, kasus Covid-19 di Jakarta terus bertambah secara signifikan dari hari ke hari, sehingga bukan saja rumah sakit rujukan Covid-19 kewalahan karena ruang perawatan dan ICU khusus Covid-19 hampir penuh, tapi juga area pemakaman yang disiapkan di TPU Pondok Ranggon dan TPU Tegal Alur pun dipastikan tidak akan mencukupi jika laju penularan Covid-19 tidak dapat direm.

Data corona.jakarta.go.id menyebutkan, hingga Siang ini warga yang meninggal akibat Covid-19 sebanyak 1.561 orang.  

(sumber: dekannews.com)

Lahan Pemakaman Jakarta SGY Anies 

Loading...

Related Post