Loading...

Advertisement

Studi: Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19 Beresiko Melahirkan Prematur

Studi: Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19 Beresiko Melahirkan Prematur
ist
Editor : Potan News — Rabu, 23 September 2020 08:52 WIB
terasjakarta.id


Studi terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mendapati ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 yang bergejala atau dirawat di rumah sakit memiliki risiko yang tinggi melahirkan bayi secara prematur.

"Dalam studi ini, kelahiran prematur terjadi kira-kira tiga kali lebih tinggi pada ibu hamil yang bergejala dibandingkan mereka yang tidak bergejala," tulis para peneliti CDC dalam studi tersebut seperti dikutip CNN.

Kelahiran prematur adalah kelahiran dini yang terjadi sebelum minggu ke-37 usia kehamilan. Lahir prematur berisiko memberikan komplikasi pada bayi seperti organ yang belum sempurna dan peningkatan berat badan yang lambat.

Studi ini menganalisis 598 ibu hamil dengan Covid-19 yang dirawat di rumah sakit antara 1 Maret hingga 22 Agustus di 13 negara bagian di AS.

Lebih dari setengah ibu hamil dengan Covid-19 atau sekitar 54,5 persen tidak menunjukkan gejala saat mereka dirawat di rumah sakit. Di antara ibu hamil yang bergejala, 16,2 persen mengalami perawatan intensif di ICU, sebanyak 8,5 persen memerlukan ventilator mekanis invasif dan dua ibu hamil atau 0,7 persen meninggal dunia. Tidak ada ibu hamil yang asimtomatik yang membutuhkan perawatan intensif atau meninggal dunia.

Temuan CDC menunjukkan bahwa sebanyak 12,6 persen ibu hamil dengan Covid-19 yang dirawat di rumah sakit melahirkan secara prematur. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan 10 persen kelahiran prematur pada populasi umum di Amerika Serikat pada 2018.

Sebanyak 23,1 persen ibu hamil yang terinfeksi Covid-19 bergejala mengalami kelahiran prematur. Sedangkan pada ibu hamil yang tidak bergejala, kelahiran prematur terjadi sebanyak 8 persen.

Di antara kelahiran tersebut, dua bayi yang baru lahir meninggal dunia saat berada di rumah sakit. Keduanya lahir dari ibu hamil bergejala yang memerlukan perawatan invasif.

Peneliti menyarankan agar ibu hamil dan juga para dokter yang menangani lebih menyadari risiko yang akan dihadapi saat kelahiran.

"Perempuan hamil dan penyedia layanan kesehatan harus menyadari potensi risiko Covid-19 yang parah, termasuk hasil kehamilan yang merugikan," tulis para peneliti.

Ibu Hamil Terinfeksi Covid-19 Melahirkan Prematur

Loading...

Related Post