Loading...

Advertisement

Investor Dunia Ngaku Prihatin UU Cipta Kerja Disahkan, Ini Alasannya

Investor Dunia Ngaku Prihatin UU Cipta Kerja Disahkan, Ini Alasannya
Pengesahan UU Ciptaker di DPR RI (ist)
Editor : Potan Biz Up — Rabu, 7 Oktober 2020 10:30 WIB
terasjakarta.id

Beberapa investor dunia yang mengelola aset senilai US$4,1 triliun telah memperingatkan pemerintah Indonesia bahwa UU Omnibus Law Cipta Kerja yang disahkan oleh parlemen kemarin, dapat menimbulkan risiko baru bagi Indonesia.

Dalam surat yang dilihat oleh Reuters, 35 investor mengungkapkan rasa keprihatinan mereka, termasuk Aviva Investors, Legal & General Investment Management, Church of England Pensions Board, manajer aset yang berbasis di Belanda, Robeco, dan manajer aset terbesar Jepang, Sumitomo Mitsui Trust Asset Management.

"Meskipun kami menyadari perlunya reformasi hukum bisnis di Indonesia, kami memiliki kekhawatiran tentang dampak negatif dari perlindungan lingkungan tertentu yang dipengaruhi oleh Omnibus Law Cipta Kerja," kata spesialis keterlibatan senior di Robeco, Peter van der Werf dilansir dari laman Reuters, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Para investor mengatakan mereka khawatir undang-undang tersebut dapat menghambat upaya untuk melindungi hutan Indonesia, yang pada gilirannya akan merusak upaya global untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati dan memperlambat perubahan iklim.

"Sementara perubahan peraturan yang diusulkan bertujuan untuk meningkatkan investasi asing, RUU ini berisiko melanggar standar praktik internasional terkait lingkungan yang menyebutkan bahwa investasi atau bisnis tak boleh merusak lingkungan, sehingga ini menjadi penghalang investor masuk ke Indonesia," kata surat tersebut, yang dikirim beberapa jam sebelum RUU itu disahkan.

Masalah lingkungan memang kini menjadi isu santer di kalangan beberapa pebisnis. Beberapa manajer aset mulai mengambil sikap ke arah publik dalam mendesak pemerintah di negara berkembang untuk melindungi alam mereka.

Dalam intervensi serupa pada bulan Juli, 29 investor yang mengelola US$4,6 triliun menulis surat kepada kedutaan besar Brasil untuk menuntut pertemuan guna menyerukan kepada pemerintah sayap kanan Presiden Jair Bolsonaro untuk menghentikan melonjaknya deforestasi di hutan hujan Amazon.

Sumber: AKURAT. CO) 

Investor Dunia Prihatin UU Cipta Kerja Disahkan

Loading...

Related Post