Loading...

Advertisement

Spanduk Tuduh 'KAMI' Dalang Aksi Tolak UU Ciptaker Banyak Terpasang Sekitar Istana Merdeka

Spanduk Tuduh 'KAMI' Dalang Aksi Tolak UU Ciptaker Banyak Terpasang Sekitar Istana Merdeka
ist
Editor : Potan News — Senin, 12 Oktober 2020 11:18 WIB
terasjakarta.id

Pemandangan tak lazim terlihat di jalanan Ibukota Jakarta pada Senin (12/10/2020) pagi ini. Puluhan spanduk provokatif tampak bertebaran di sudut-sudut jalan strategis, mulai dari area Patung Kuda Arjuna Wiwaha hingga persimpangan Harmoni Jakarta Pusat.

Massa aksi sebelumnya memang terkonsentrasi di dua titik itu lantaran diadang saat akan berunjuk rasa di Istana Negara.

Tulisan dalam spanduk terkesan hendak menyudutkan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) sebagai dalang dibalik aksi tolak omnibus law yang berujung ricuh dan perusakan beberapa hari lalu.

Spanduk itu mayoritas bertuliskan “KAMI Terbukti Menunggangi Aksi Demo Buruh dan Pelajar”.

Ada juga spanduk yang diletakkan di area taman yang berada di tengah-tengah Jalan Medan Merdeka Barat.

Beberapa petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan yang berjaga di sekitar lokasi mengaku tak tahu siapa yang memasang spanduk tersebut.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti siapa yang bertanggung jawab atas pemasangan spanduk ini. Begitu juga dari pihak KAMI, belum ada keterangan apapun terkait pemasangan spanduk tersebut.

Diketahui, sebelumnya, sejumlah pejabat pemerintah menyebut ada pihak tertentu yang membiayai aksi demonstrasi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di berbagai daerah yang berujung ricuh. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Polhukam Mahfud MD kompak melempar tudingan tersebut.

Namun, elemen mahasiswa membantah anggapan tersebut. Koordinator BEM SI Remy Hastian memastikan unjuk rasa mahasiswa tidak didanai dan ditunggang. Aksi murni dilandasi keresahan rakyat atas sikap pemerintah dan DPR.

“Aksi Tolak Omnibus Law murni berlandaskan keresahan dan kepentingan rakyat yang tidak diakomodir oleh ketidakbecusan Dewan Perwakilan Rakyat dan pemerintah,” kata Remy lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (10/10).

Pegiat hukum juga membantah. Direktur Amar Law Firm, Alghiffari Aqsa, menilai pernyataan Airlangga soal tudingan terhadap aksi tolak UU Ciptaker itu bisa disebut sebagai kategori hoaks bila tak dibuktikan.

“Menteri Airlangga menyebarkan hoaks agar masyarakat tidak aksi,” kata Alghif, Jumat (9/10).

Diketahui, KAMI atau Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia merupakan organisasi yang digagas mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama sejumlah tokoh di antaranya Din Syamsuddin, Rochmat Wahab, Refly Harun, Said Didu, Achmad Yani, Rocky Gerung, dan lainnya. Gatot, Din dan Rochmat menjadi presidium dari gerakan tersebut.

Saat deklarasi bulan Agustus lalu, KAMI menasbihkan dirinya sebagai gerakan moral. Mereka akan bergerak melakukan pengawasan sosial, kritik, koreksi, dan meluruskan kiblat negara dari penyimpangan dan penyelewengan terhadap pemerintah.


Spanduk Tuduh KAMI Dalang Aksi Tolak UU Ciptaker

Loading...

Related Post