Advertisement

Bos Pengembang di Tangsel Ditangkap, Tipu Ratusan Konsumen soal Rumah Subsidi

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
14 12 18 News
Bos Pengembang di Tangsel Ditangkap, Tipu Ratusan Konsumen soal Rumah Subsidi

terasjakarta.id


Jhon Sumanti (47), bos pengembang PT Cakrawala Karya Kinakas (CKK), akhirnya dicokok polisi di daerah Manado, Sulawesi Utara. Jhon sempat buron usai menipu ratusan konsumen yang memesan rumah bersubsidi kepadanya.

PT CKK mulanya membuka kantor pemasaran di Perumahan Villa Dago Blok A Nomor 187, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel). Namun, selanjutnya, berpindah ke Jalan Pahlawan Seribu, Ruko BSD Sektor 4, Blok RF Nomor 39, Lengkong Wetan, Serpong.

Jhon dan perusahaannya memasarkan perumahan murah bersubsidi dengan nama Bumi Berlian Asri (BBA) 1 dan BBA 2, berlokasi di daerah Curug, Bogor. Lalu ada pula perumahan yang dipasarkannya di daerah Cidokom, Bogor, bernama Bumi Berlian Serpong (BBS).

Karena banyaknya promosi rumah bersubsidi, akhirnya kantor pemasaran PT CKK ramai diserbu konsumen. Sebagai tanda jadi, rata-rata konsumen diharuskan membayar uang booking fee, kisarannya sekira Rp5 juta. Setelah itu, diharuskan secepatnya melunasi down payment (DP) sebesar Rp25-30 juta.


"Korban dijanjikan jika perumahan tersebut adalah perumahan bersubsidi, dan segera akan dilaksanakan wawancara akad kredit dengan pihak Bank BTN Syariah Cabang Bogor atau Bank BTN Cabang Pamulang. Karena tertarik, para korban mengajukan permohonan kredit," terang Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan, Kamis (13/12/2018) sore.

Namun setelah uang persyaratan telah dilunasi, wawancara yang dijanjikan sebelumnya tak pernah dilakukan. Karena curiga, jelas Ferdy, para korban menanyakan langsung ke Bank BTN Syariah Bogor dan juga Bank BTN Cabang Pamulang. Di sana pihak bank menyatakan, data korban tidak pernah terdaftar mengajukan kredit di perumahan BBA 1, BBA 2, dan BBS.

"Lalu para korban ini mendatangi kantor pemasaran PT CKK yang berada di Ruko BSD, namun ternyata sudah tutup tanpa ada pemberitahuan apapun," imbuh Ferdy.

Jumlah korban penipuan rumah bersubsidi yang terdata di kantor polisi saat ini jumlahnya mencapai 164 konsumen, dengan nilai kerugian Rp4,5 miliar. Jumlahnya diduga akan terus bertambah, mengingat dari keterangan beberapa korban, sejak awal penipuan itu mereka berinisiatif membuat grup-grup bersama, dengan jumlah total pengikutnya sekira 600 konsumen

Related Post

Comment