Petapa India Ini Terus Mengangkat Lengannya Selama 43 Tahun

Helida 23 9 18 Wow
Petapa India Ini Terus Mengangkat Lengannya Selama 43 Tahun

Sumber foto : Google

terasjakarta.id - Rasanya sulit membayangkan bagaimana seseorang terus mengangkat lengannya selama 43 tahun. Tapi itulah yang dilakukan oleh seorang petapa India bernama Sadhu Amar untuk mengabdikan diri pada Dewa Siwa.

Dengan tekatnya ia terus mengangkat tangannya sebagai wujud bakti dan pengabdiannya sebagai seorang sadhu. Dilansir dari grid.id, bahkan hal itu telah membuatnya mendapat perhatian dari seluruh dunia.

Sebelum ia memutuskan menjadi petapa atau seorang sadhu yang berarti orang suci, Amar menjanli kehidupannya laiknya masyarakat pada umumnya. Ia memiliki rumah, istri, dan anak-anak, namun seketika semuanya berubah.

Suatu saat pada 1973, Amar terbangun dengan kesadaran bahwa memiliki kemewahan dan kesenangan hidup hanyalah sesuatu yang fana. Ia berpendapat bahwa materi dan duniawi hanyalah semu dan ia bertekat membuang segalanya dalam hidupnya, untuk memfokuskan diri pada eksistensi yang baru.

Saat Amar memutuskan melayani Dewa Siwa, ia mulai meninggalkan kehidupan normalnya dan meninggalkan materi duniawi. Waktu itu dikisahkan Amar mulai berkeliaran di jalan-jalan India, dengan mengenakan pakaian sederhana yang menunjukkan dirinya seorang sadhu.

Satu-satunya hal yang ia bawa adalah trisula logam yang terkenal dengan sebutan Trishula, yang identik dengan seorang sadhu. Tak hanya itu, Amar kemudian mengangkat tangan kanannya ke atas dan tidak pernah menurunkannya selama 43 tahun.Lengan itu sendiri telah berhenti berkembang sehingga Amar tidak dapat menggunakannya lagi. Menurutnya hal itu telah menjadi simbol dari imannya kepada Siwa dan keyakinannya. 

Beberapa orang percaya bahwa Amar kecewa dengan semua pertempuran yang terjadi di dunia dan caranya mengangkat tangan secara terus menerus itu adalah sebuah bentuk aksi protes.

Di sisi lain, apa yang dilakukan Amar selama bertahun-tahun itu telah mengilhami orang lain untuk melakukan hal-hal serupa atas nama perdamaian. (helida)

Related Post

Comment