Jarang Pamer Foto Bareng Pasangan di Medsos Tanda Hubungan Bahagia

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
2 1 19 Wow
Jarang Pamer Foto Bareng Pasangan di Medsos Tanda Hubungan Bahagia

terasjakarta.id


Di antara teman-teman di sekeliling Anda atau orang yang Anda ikuti di media sosial, pasti ada saja yang hobi memajang foto mesra dengan suami atau istri mereka di akun media sosial mereka. Meski dianggap hal biasa, tapi kebiasaan itu ternyata punya pengaruh terhadap hubungan mereka.


Salah satu pakar dalam hubungan memberi peringatan kalau sering membanjiri laman media sosial dengan selfie atau status tentang hubungan mereka dan pasangan, tidak selalu menjadi tanda kebahagiaan mereka. Dan pasangan yang tampak sangat mesra bisa saja punya masalah yang serius.

Dikutip dari laman The Sun, pakar hubungan Nikki Goldstein kepada Daily Mail Australia mengatakan, foto mesra di media sosial lebih kepada keinginan mendapatkan 'likes' dibandingkan sebuah hubungan yang tulus. Sedangkan pasangan yang paling bahagia cenderung menjauhkan kemesraan mereka dari paparan media sosial.


"Seringkali orang-orang yang paling sering mengunggah adalah yang ingin mencari validasi bagi hubungan mereka dari pengguna media sosial lainnya," ujar Nikki.

Nikki melanjutkan, 'likes' dan komentar bisa sangat memvalidasi bahwa ketika seseorang menghadapi masalah, di sanalah mereka mendapatkan pengakuan, bukan sebagai orang yang menunjukkan bahasa tubuh, tapi apa yang orang lain akan katakan mengenai foto itu.


"Anda lihat seseorang yang sangat fokus mengambil 'relfie', relationship selfie, dan mencari filter serta hashtag yang tepat, adalah orang yang kehilangan momen," imbuh Nikki.

Pasangan yang berfoto seperti ini, lalu langsung mengunggahnya ke media sosial, akan sibuk memperhatikan 'likes' dan komentar yang datang, alih-alih fokus pada pasangan.

Apalagi jika pasangan Anda sudah menulis caption seperti 'suamiku', 'pacarku', itu sebuah peringatan lain kalau mereka sudah mulai menjadi posesif.

"Ada banyak orang di luar sana yang ingin pamer kepada teman-teman mereka dan dunia kalau orang di sebelahnya adalah miliknya," ujar Nikki.

Tidak ada yang salah mengunggah foto bersama pasangan, tapi Nikki menyarankan untuk tetap membuat aktivitas itu menyenangkan dan menghibur, daripada terkesan pamer dan posesif.

"Tidak ada yang ingin melihat kiriman demi kiriman yang menunjukkan seberapa jatuh cinta dan luar biasanya orang itu," kata Nikki menambahkan.

Related Post

Comment