Bayi 11 Bulan Ditemukan Selamat dari Apartemen yang Ambruk di Rusia

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
2 1 19 News
Bayi 11 Bulan Ditemukan Selamat dari Apartemen yang Ambruk di Rusia

terasjakarta.id


Seorang bayi ditemukan selamat dari reruntuhan gedung apartemen yang hancur akibat ledakan gas di Magnitogorsk, Chelyabinsk, pegunungan Ural, Rusia.

Bayi laki-laki berusia 11 bulan itu ditemukan luka parah di antara puing-puing bagunan ambruk. Bayi itu lalu diterbangkan dengan pesawat ke Moskow untuk menjalani perawatan medis lebih intensif.

Pesawat yang dikirim oleh Kementerian Kesehatan Rusia itu meninggalkan Kota Magnitogorsk pada Selasa (1/1/2018) malam waktu setempat, sekitar enam jam setelah bayi ditemukan di bawah puing-puing reruntuhan apartemen.

Bayi itu dilaporkan menderita patah tulang, cedera kepala dan hipotermia, diduga karena dia berada selama lebih dari 36 jam pada suhu di bawah nol.

Selain itu, sembilan mayat juga berhasil ditemukan di bawah puing-puing reruntuhan apartemen. Pejabat Rusia mengatakan, 32 orang yang tinggal di bagian gedung yang ambruk juga masih belum ditemukan.

Sebelumnya, ledakan gas terjadi di gedung permukiman Magnitogorsk, Chelyabinsk, Senin (31/12/2018). Kuatnya ledakan menghancurkan sebagian gedung berlantai 12 tersebut.

Awalnya, tiga orang dilaporkan tewas dan itu 79 lainnya hilang. Gedung yang digunakan sebagai permukiman itu dibangun di era Uni Soviet yakni pada 1973 dan ditempati 1.100 kepala. Namun bagian yang terdampak ledakan dihuni 110 jiwa.

Related Post

Comment