Advertisement

Rabu, 2 Januari 2019 14:43 WIB

PKS Sebut Andi Arief Berlebihan Soal Tantangan Mata Jokowi

Erwan —News
PKS Sebut Andi Arief Berlebihan Soal Tantangan Mata Jokowi
foto istimewa
terasjakarta.id - Desakan agar Presiden Jokowi menuntaskan janji menyelesaikan kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK, Novel Baswedan, terus mengemuka. Seperti yang disuarakan oleh Wasekjen Demokrat, Andi Arief beberapa waktu lalu. 


Andi menantang Jokowi memberikan matanya untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Menanggapi tantangan tersebut, PKS menilai cukup berlebihan, Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid menegaskan penyelesaian kasus Novel harus tetap berlandaskan pada asas hukum.


"Ya menurut saya terlalu berlebihan meminta mata, itu kan pada hakikatnnya upaya hukum apapun kan enggak begitu penyelesaiannya yang paling utama adalah memang Pak Jokowi ditagih janjinya untuk menyelesaikan masalah ini," kata Hidayat di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/1).


"Jadi menurut saya biarlah segala sesuatu diukur dengan penyelesaian yang jujur berbasis pada hukum karena ya sekali lagi tidak mungkin," lanjutnya. 


Tak cuma kasus Novel saja, Hidayat meminta Jokowi juga adil dalam menyikapi kasus lain. Ia mencontohkan, Kasus Ma'ruf Amin yang fotonya disunting memakai pakaian sinterklas cepat diproses, namun foto Imam Besar FPI Rizieq Syihab yang disunting pakaian sinterklas, yang dilaporkan dari dulu, proses hukumnya mandek.


"Seperti hal yang kemudian tidak jujur dan kemudian menghadirkan kondisi ketidakadilan kan itu. Saya sangat tidak setuju dan menolak Pak Ma'ruf Amin dipakaikan pakaian sinterklas, itu pasti tidak benar dan kami sangat menolak itu kalau kemudian polisi segera menangkap yang mengedit foto itu, ya itu hukum," jelasnya. 


"Tapi kan sebelumnya sudah dilaporkan juga bagaimana Habib Rizieq juga dipakaikan sinterklas dengan jenggot yang panjang dan sudah dilaporin bertahun tahun gak ada progresnya. Harusnya menyelesaian masalah ini basisnya adalah hukum. Jangan berlebihan," pungkasnya. (Bahar)

Loading...

Related Post



Comment