Advertisement

Rabu, 2 Januari 2019 17:56 WIB

BNPB Sebut Hujan dan Material Tanah Jadi Penyebab Longsor di Sukabumi

Admin —News
BNPB  Sebut Hujan dan Material Tanah Jadi Penyebab Longsor di Sukabumi
terasjakarta.id


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan soal penyebab dan kronologi terjadinya longsor di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepatnya di Kampung Cimapag/Garehong, Desa Sinaresmi, Kecamatan Cisolok pada Senin, 31 Desember 2018. Dari analisa BNPB, musibah itu tidak terlepas dari faktor hujan dan material tanah di lokasi kejadian.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho memaparkan, sebelum terjadi longsor, kawasan tersebut terlebih dahulu dilanda hujan deras pada Senin, 31 Desember 2018. Hujan deras tersebut diperkirakan menyebabkan muncul retakan-retakan di puncak bukit. Apalagi sebagian besar penggunaan lahan di daerah setempat untuk sawah. 

“Otomatis terjadi volume aliran permukaan banyak. Kemudian tanggal 31 Desember 2018 pukul 17.30 WIB, tiba-tiba terdengar suara gemuruh. Longsor dari mahkota longsor menerjang menuruni perbukitan,” kata Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, Rabu (2/1/2019).

Sutopo mengatakan, di daerah puncak perbukitan lokasi longsor diisi dengan jenis tanaman tahunan yang jarang ditumbuhi pepohonan. Sebagian besar tanaman musiman. Sementara di bagian tengah sampai bagian bawah daerah tersebut sawah.

Hal itu diungkapkannya setelah menganalisa dari satelit yang menampilkan total panjang dari mahkota longsor sekitar 800 meter hingga 1 kilometer dengan daerah landaan sekitar 8 hektare (ha). Untuk ketebalan longsor bervariasi dan ada yang mencapai 10 meter.

“Pertama longsor meluncur, kemudian karena di bagian atas ada bagian yang cukup tinggi, longsornya melompat menjadi lebih melebar. Longsor kemudian menghantam permukiman di Kampung Cimapag,” kata Sutopo.

Sutopo menuturkan, dari analisa tersebut, longsor di Cisolok, Sukabumi, disebabkan faktor hujan dengan intensitas sedang namun sering, lalu disusul dengan hujan intensitas deras. Kemiringan lereng di lokasi kejadian termasuk kategori terjal lebih dari 30 persen.

“Kemudian, material penyusunnya adalah tanah bersifat porous. Material ini mudah sekali menyerap air dan jenis yang ada di sana bersifat gembur, remah, sehingga mudah sekali terjadi longsor,” paparnya.

BNPB longsor sukabumi

Loading...

Related Post



Comment