Libur Natal dan Akhir Tahun, Pengunjung Pulau Seribu Berkurang Akibat Cuaca Buruk

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
3 1 19 Jakarta style
Libur Natal dan Akhir Tahun, Pengunjung Pulau Seribu Berkurang Akibat Cuaca Buruk

Kasudin Pariwisata Kepulauan Seribu, Cucu Ahmad Kurnia (istimewa)

terasjakarta.id

Kepala Suku Dinas (Kasudin) Pariwisata Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia menyebut jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Seribu pada masa libur Natal dan Tahun Baru turun drastis.

Menurut Cucu, tingkat penurunan mencapai 55 persen. Padahal tahun lalu libur natal akhir tahun pengunjung bisa mencapai 40.000 orang, sementara libur akhir tahun 2018 pengunjung sekitar 18.000.

"Iya, ada penurunan 55 persen. Tahun lalu ramai, tahun 2018 sampai awal Januari 2019 hanya sekitar 18.000 pengunjung," ujar Cucu saat dihubungi terasjakarta.id, Kamis (3/1/2019).

Cucu mengungkapkan, kejadian itu akibat cuaca buruk yang berimbas pada tingginya gelombang. Selain itu imbauan dari BMKG agar masyarakat menghindari area pantai selepas tsunami di Selat Sunda pada 22 Desember lalu.

"Yang jelas pas tsunami Selat Sunda banyak wisatawan membatalkan pesanan kamar. Ya ditambah cuaca lagi kurang baik, termasuk saran yang disampaikan BMKG, jadi cukup pengaruh," ujar Cucu.

Ia menyebutkan, Kepulauan Seribu memang diguyur hujan dan diterjang ombak yang cukup tinggi selama periode liburan kemarin. Namun, ia memastikan kondisi tersebut tidak membahayakan wisatawan dan warga di Kepulauan Seribu.

Lebih lanjut Cucu mengatakan, kemungkinan jumlah wisatawan akan kembali normal pada April mendatang setelah musim angin barat yang menyebabkan ombak tinggi selesai.

"Setelah April normal lagi, puncaknya biasanya pasti Juni-Juli, habis Lebaran," kata Cucu.(ramdhani)

Related Post

    Article not found!

Comment