Polri Proses 34 Kasus Pidana Pemilu

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
3 1 19 News
Polri Proses 34 Kasus Pidana Pemilu

foto istimewa

terasjakarta.id - Polisi menyebut Sentra Gakkumdu telah memproses 144 kasus sejak Pemilu dimulai. 34 perkara di antaranya masuk ranah pidana pemilu dan diproses di kepolisian.


"110 (kasus) dilakukan assessment dan analisa, hasilnya bukan merupakan tindak pidana pemilu. Kemudian 34 kasus sudah diverifikasi adalah tindak pidana pemilu yang diteruskan ke Polri," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).


34 tindak pidana pemilu yang saat ini diproses hukum terdiri dari 26 perkara yang telah masuk di tahap dua ke kejaksaan, tiga kasus dihentikan lewat surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dan 5 perkara dalam tahap penyidikan.


"Adapun tindak pidana sebagaian besar adalah pemalsuan. Pemalsuan dokumen (untuk) persyaratan dokumen legislatif. Baik berupa copy SKCK, merubah isi SKCK dan lain sebagainya," ujar Dedi.


Kasus pemalsuan ini ditemukan di Kalimantan Selatan 1 kasus, Bualemo Sulteng ada 4 kasus, Gorontalo, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut itu ada 7 kasus dan Sultra 1 kasus. (Erwan)

Related Post

Comment