60 Persen Warga Naik Transportasi Umum, Ganjil-Genap Dicabut

Erwan 3 1 19 News
60 Persen Warga Naik Transportasi Umum, Ganjil-Genap Dicabut

foto istimewa

terasjakarta.id - Plt Kepala Dinas Perhubungan DKI Sigit Widjatmoko mengatakan, penerapan ganjil genap terus dilakukan karena masih banyak warga yang belum menggunakan transportasi massal. 


Untuk itu jelas Sigit, apabila dianggap sudah tidak lagi dibutuhkan kebijakan itu, maka kapan waktu bisa dicabut.


"Jadi diterapkan selama masih dibutuhkan. Kalau sudah 60 persen masyarakat menggunakan angkutan umum, nggak diterapkan lagi? Ya, bisa seperti itu. Kalau sudah 60 persen masyarakat beralih ke angkutan umum, ya traffic-nya tidak perlu lagi dibatasi," kata Sigit kepada wartawan di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (3/1/2019).


Sigit mengatakan kebijakan ganjil-genap akan dikaji setiap tiga bulan. Dia menuturkan ada kemungkinan ada modifikasi terhadap kebijakan tersebut.


"Pergub itu juga menyebut dilaksanakan evaluasi setiap tiga bulan sekali. Artinya, ini kalau perlu ada yang dikurangkan, perlu ada penambahan, atau yang tidak diperlukan, bisa disesuaikan," ujarnya.


Menurut Sigit, kebijakan ganjil-genap akan mengikuti dinamika di masyarakat. Tujuan akhirnya adalah memindahkan warga dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.


"Kan mengikuti perkembangan zaman, apalagi kita bicara masyarakat karakternya sangat-sangat dinamis. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Nah, kita ini sekarang masih membangun pola bertransportasi masyarakat," ungkap Sigit.(ramdhani)

Related Post

Comment