Kemenag Beri Hadiah Pada Mbah Parno Saksi Sejarah Mesjid Istiqlal

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
5 1 19 News
Kemenag Beri Hadiah Pada Mbah Parno Saksi Sejarah Mesjid Istiqlal

foto istimewa

terasjakarta.id - Suparno atau Mbah Parno (90) mendapat hadiah sebuah rumah dari 


Kementrian Agama (Kemenag) memberikan hadiah sekaligus apresiasi kepada Suparno atau Mbah Parno (90) sebagai saksi sejarah dan sekaligus sebagai pegawai Tertua di Mesjid Istiqlal.


"Semoga membawa berkah dan manfaat. Ini ada bantuan dari ASN Kementerian Agama," kata Menag Lukman Hakim Saifuddin, dalam keterangan tertulis, Sabtu (5/1/2019).


Acara penyerahan hadiah secara simbolik berlangsung di gedung Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (4/1/2019, bertepatan dengan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-73.


Untuk diketahui, Mbah Parno salah satu saksi sejarah berdirinya Mesjid Istiqlal. Mbah Parno adalah pelayan Friedrich Silaban, yang merupakan arsitek Masjid 


Pria yang lahir di Desa Kalimati, Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, pada 1928, merantau ke Ibu Kota sebagai kuli bangunan pada 1951.


Pada 24 Agustus 1952, saat Presiden Sukarno meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Istiqlal, Mbah Parno turut hadir karena diajak mandor bangunan yang merekrutnya. Saat itu usianya 24 tahun.


Saat ini Mbah Parno bertugas mengomandoi jemaah untuk merapatkan dan meluruskan saf (barisan) saat salat jemaah Zuhur dan Asar, dengan gaji Rp 3,4 juta per bulan.(ramdhani)

Related Post

Comment