Beginilah Kalau Menhub Budi Karya Naik KRL

Herman 5 1 19 News
Beginilah Kalau Menhub Budi Karya Naik KRL

terasjakarta.id

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengajak masyarakat untuk menggunakan kereta api listrik (KRL), mengingat transportasi tersebut makin nyaman dan aman.

"Saya lihat kondisi KRL makin baik dari waktu ke waktu. Jadi masyarakat bisa menjadikan KRL sebagai transportasi pilihan utama untuk bepergian sesuai tujuan," kata Menhub kepada pers di Depok, Jawa Barat, Sabtu.

Menhub naik KRL dari Stasiun Tebet, Jakarta, menuju Depok untuk kegiatan kampanye Keselamatan Berkendara bersama Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi.

Saat mengunjungi Stasiun Tebet, Menhub mendadak ke kamar kecil untuk melihat kebersihan dan saluran air. "Toiletnya bersih dan airnya mengalir lancar, kondisinya terawat," ujarnya.

Menhub mengatakan pemerintah berupaya menciptakan transportasi untuk memudahkan masyarakat berpergian dengan aman dan cepat, antara lain dengan KRL.

KRL, katanya, merupakan transportasi favorit masyarakat yang setiap hari bisa mengangkut jutaan penumpang dari dan ke Jakarta dari berbagi kota.

Ia mengatakan KRL makin menjadi pilihan utama masyarakat karena kenyamanan, keselamatan, dan ketepatan waktu, sehingga pemerintah akan selalu memberikan perhatian untuk terus perbaikan.

"KRL sudah menjadi pilihan utama masyarakat sebagai alat transportasi utama di Jabodetabek," katanya.

Dia berharap jika masyarakat makin banyak menggunakan KRL, makan kemacetan lalu lintas di jalan raya akan berkurang.

"Oknum tersebut telah dimintai keterangan terkait limbah dimaksud. Menurut keterangannya bahwa limbah diangkut menggunakan truk dan dicegat pada malam hari selanjutnya dijual kepada warga yang memesan," kata Isnawa.

Dijelaskannya bahwa tim telah menemui pengurus RW dan RT setempat untuk memberikan penjelasan mengenai dampak yg akan ditimbulkan oleh limbah tersebut.

Ternyata selama ini masyarakat tahu bahwa pasir itu adalah limbah, tetapi tidak tahu bahwa limbah tersebut adalah termasuk kategori limbah B3.

"Pada saat observasi lapangan tidak ditemukan kendaraan pengangkut untuk limbah itu. Saat ini, sedang diselidiki asal muasal. Ada masyarakat yang bersedia memberikan informasi mengenai sopir truk pengangkut limbahnya," kata Isnawa



Related Post

Comment