Mantan Komisioner KPU Sebut Debat Pilpres 2019 Aneh

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
6 1 19 RI-1
Mantan Komisioner KPU Sebut Debat Pilpres 2019 Aneh

Mantan komisioner KPU, Sigit Pamungkas (ist)

terasjakarta.id

Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengirim daftar pertanyaan kepada calon presiden-wakil presiden sebelum debat Pilpres 2019 dinilai aneh.

Mantan Komisioner KPU Sigit Pamungkas menilai aneh keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengirim daftar pertanyaan kepada calon presiden-wakil presiden sebelum debat Pilpres 2019 

"Menurut saya aneh sebuah debat pertanyaannya disampaikan lebih dulu kepada paslon. Mestinya (jawaban) itu otentik muncul dalam proses debat," kata Sigit di Jakarta, Sabtu (5/1/2019).

Sebelumnya KPU beralasan pemberian daftar pertanyaan itu dilakukan agar para capres dan cawapres bisa menjawab secara lebih detail. Namun, Sigit juga menilai alasan KPU tersebut tak relevan. 

"Sebab, visi misi capres-cawapres sudah disampaikan secara detail dalam dokumen yang dilaporkan ke KPU," ujar Sigit.

Sebelumnya Ketua KPU Arief Budiman menjelaskan, ada dua model lontaran pertanyaan dalam debat Pilpres 2019, yakni terbuka dan tertutup.

Model terbuka artinya, pertanyaan sudah lebih dulu diserahkan ke peserta sebelum penyelenggaraan debat. Model ini membuka kesempatan bagi peserta debat untuk mendalami pertanyaan dan menyiapkan jawaban.

Nantinya, tidak semua pertanyaan debat yang diberitahukan ke peserta betul-betul akan ditanyakan dalam penyelenggaraan debat.

"Misal ada 20 pertanyaan, padahal kan sebenarnya yang ditanyakan masing-masing cuma tiga, karena ada tiga segmen yang pertanyaannya oleh moderator," kata Arief saat ditemui di Hotel Mandarin, Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Pertanyaan model terbuka itu dirumuskan oleh enam panelis debat. Saat ini, para panelis tengah menyusun pertanyaan.

Ditargetkan, pertanyaan debat selesai pada 10 Januari 2019 atau tepat satu pekan sebelum penyelenggaraan debat. 

Sementara model tertutup, pasangan calon mengajukan pertanyaan ke pasangan calon lainnya.(ramdhani)

Related Post

    Article not found!

Comment