Benarkah Minum Kopi Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

Permana 23 1 19 Wow
Benarkah Minum Kopi Bisa Turunkan Berat Badan? Ini Faktanya

terasjakarta.id


Kita semua tahu, secangkir kopi adalah semangat yang dapat meningkatkan energi dan konsentrasi. Namun di luar fakta itu, ada desas-desus bahwa minum kopi dapat membantu Anda menurunkan berat badan. Benarkah?

Dalam kopi sendiri mengandung berbagai macam senyawa yang bermanfaat bagi tubuh. Salah satunya adalah kafein yang ternyata memiliki manfaat untuk menurunkan berat badan Anda. Ini cocok bagi Anda yang sedang merencanakan program penurunan berat badan.

Pakar gizi Sarah Flower mengatakan, manfaat kopi yang satu ini dapat terjadi karena minuman tersebut mampu meningkatkan metabolisme Anda.

"Secangkir kopi harian Anda dapat meningkatkan metabolisme. Kopi juga merangsang thermogenesis yang membantu tubuh Anda membakar lemak lebih banyak," kata Sarah, seperti dikutip dari Independent, Rabu (23/1/2019).

Selain meningkatkan metabolisme, kata dia, kopi juga membantu asam klorogenik, yang mana mampu memperlambat penyerapan karbohidrat dan memecah lemak. Tak cuma itu, kopi juga dapat mengurangi nafsu makan dan menekan rasa lapar sehingga mencegah Anda mengambil camilan berlebihan.

Bahkan, menurut penelitian yang melibatkan kebiasaan diet 93.000 orang dan diterbitkan International Journal of Epidemiology membuktikan, mereka yang minum kopi lebih sedikit memiliki risiko obesitas dan diabetes tipe dua.

"Tapi jangan mulai minum banyak cangkir kopi dulu, karena ternyata tubuh kita bisa kebal terhadap manfaat pembakaran lemak jika kita minum terlalu banyak kopi," kata Sarah.

Dia menyarankan, untuk minum kopi hanya satu sampai dua cangkir sehari untuk hasil peningkatan metabolisme tubuh yang maksimal. "Dan minum di pagi hari," ucapnya.

Namun, hal yang tak kalah penting adalah tidak menambahkan sesuatu yang manis seperti krimer dan gula di kopi Anda. Sebab gula, krimer, atau susu dapat menghilangkan efek kopi yang satu itu. Sebaliknya, tambahan-tambahan pada kopi itu dapat menyebabkan kenaikan berat badan hingga peningkatan kadar insulin.

Related Post

Comment