Advertisement

Ustaz Gadungan Klaim Bisa Gandakan Uang, Raup Rp300 Juta dari Korban

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 31

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 31
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 309
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
26 1 19 News
Ustaz Gadungan Klaim Bisa Gandakan Uang, Raup Rp300 Juta dari Korban

terasjakarta.id


Sasmat Mawati (59) menjadi korban penipuan penggandaan uang yang dilakukan oleh seseorang yang mengaku sebagai ustaz, yakni Bajuri (59). Rp300 juta pun raib. Kepolisian pun meminta masyarakat tak percaya begitu saja modus semacam ini.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Tanah Abang Komisaris Polisi Supriadi menjelaskan kejadian ini bermula saat Sasmat dikenalkan kepada Bajuri oleh seorang temannya di akhir 2018.

Bajuri mengaku bisa menggandakan uang dengan syarat hal itu tidak boleh diceritakan kepada orang lain. Sasmat pun terbuai iming-iming pelaku.

"Alhasil, korban menyerahkan uang sebanyak Rp150 juta untuk digandakan. Kemudian Rp150 juta lagi, dan sejumlah transferan hingga Rp571 juta," kata Supriadi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (25/1).

Setelah uang terkumpul, korban sempat menanyakan kembali terkait penggandaan uang tersebut. Namun, pelaku selalu meminta korban untuk bersabar.

"Lalu ditanya sama korban 'kok belum jadi?'. Lalu sama pelaku dibilang 'nanti dulu'. Duit belum kumpul jadi perlu syarat lagi," terang Supriadi, menirukan percakapan antara korban dan pelaku.

Kepada Sasmat, Bajuri mengaku bisa menyulap uang Rp571 juta menjadi Rp571 miliar. Pelaku pun sempat menyarankan korban untuk menyumbangkan sebagian uang tersebut kepada kegiatan kegamaan dan masjid.
"Jadi pelaku ini memang pinter ngaji. Karena dia lulusan sarjana agama. Tapi dia ini pengangguran," kata Supriadi.

Nahas, uang Rp300 juta itu tidak pernah bertambah. Belakangan, pelaku sudah tidak bisa dihubungi oleh korban. Sadar tertipu, akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke polisi. Kepolisian pun menelusuri pelaku ke kediamannya.

"Akhirnya pelaku diciduk di kediamannya di kawasan Sukabumi, Jawa Barat kemarin, Kamis 24 Januari 2019 dini hari," ungkap Supriadi.

Berdasarkan hasil interogasi, kata dia, Bajuri mengaku berbohong dan menggunakan uang itu untuk berfoya-foya. Pelaku juga melakuan penipuan seorang diri dalam waktu yang lama.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 atau 372 KUHP dengan ancaman kurungan 4 tahun. 

Supriadi pun mengimbau agar masyarakat tidak gampang percaya dengan cara mendapatkan uang secara instan.

"Lebih baik dicek dulu. Jika memang mencurigakan bisa laporkan ke petugas kepolisian," tutup dia.

Related Post

Comment