Loading...

Advertisement

Mbak Tutut Soeharto Muncul di Tasikmalaya, Ada Apa?

Mbak Tutut Soeharto Muncul di Tasikmalaya, Ada Apa?
Editor : Herman News — Jumat, 1 Februari 2019 22:24 WIB
terasjakarta.id

Mbak Tutut Soeharto atau Siti Hardijanti Rukmana, didampingi adiknya, Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mamiek Soeharto, bersilaturahmi dengan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya di Islamic Centre Singaparna, pada Jumat (1/2/2019) sore.

Kedua putri Cendana ini disambut sangat antusias oleh masyarakat Tasikmalaya. Pada kunjungan ini, Mbak Tutut Soeharto menyampaikan, pentingnya peran pesantren dalam pembangunan.

Dalam perkembangan bangsa di zaman globalisasi ini, Mbak Tutut mengingatkan pentingnya pendidikan budi pekerti. Pondok pesantren menurutnya, merupakan sarana pendidikan dengan cakupan luas, terkhusus ilmu agama.

“Anak-anak muda berpikir agama dan perilaku sopan itu penting. Kita harus ingat bahwa kita punya orangtua yang harus kita hormati. Saya yakin, anak-anak di Tasikmalaya sangat hormat pada orangtuanya,” ucap Mbak Tutut.


Mbak Tutut juga mengajak agar masyarakat Tasikmalaya berbuat kebaikan bersama untuk kemajuan bangsa dan negara. Beliau juga berharap agar calon legislatif (caleg) Berkarya yang terpilih harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.

“Kesulitan para petani harus bisa dijawab dan diperjuangkan oleh para caleg. Kita harus berbuat untuk kebangkitan bangsa dan negara Indonesia,” kata Mbak Tutut.


Mbak Tutut Soeharto, melakukan kunjungan ke Kabupaten Tasikmalaya di Islamic Centre Singaparna, pada Jumat (1/2/2019), berharap agar caleg Berkarya yang terpilih harus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat – Foto: Ist
Suasana terlihat hangat, manakala temu wicara berlangsung antara Tutut Soeharto dengan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Tutut meminta siapa pun yang ingin bertanya, dipersilahkan naik ke atas panggung. “Ayo sini dekat saya. Kita ini sama tinggi, sama rendah tidak ada bedanya. Kita mahluk Allah SWT,” ucap Mbak Tutut disambut tepuk tangan hadirin.

Aam Kamaludin, seorang perwakilan petani dari Tasikmalaya, naik ke atas panggung. Dia mengeluhkan kebijakan pemerintah yang memberatkan para petani. “Kami berharap agar kebijakan tidak menggencet petani,” kata Aam.

Atas keluhan itu, Mbak Tutut meminta agar para caleg Berkarya jika terpilih harus bergerak memperjuangkan petani agar kehidupan mereka sejahtera. “Ada padi varietas unggulan, kalau pertanian di daerah maju. Maka akan berpengaruh ke nasional. Ini harus kita perjuangkan untuk para petani,” tandasnya.

Adapun M. Rahmatullah, perwakilan pedagang, berharap koperasi yang dipelopori Partai Berkarya bisa mempelopori koperasi yang lebih baik kedepannya. “Zaman Orde Baru (Orba) koperasi ini lahir. Saya berharap Partai Berkarya bisa mempelopori koperasi lebih baik,” ujarnya.


Mbak Tutut pun mengamini, bahwasanya di zaman Orba, Pak Harto selalu mengutamakan koperasi. Dengan slogan, yakni yang kuat membantu yang lemah dan yang lemah juga harus bantu yang kuat, saling sinergi.

Berlanjut dengan Reza Fajrullah. Reza mengatakan, setelah lulus SMA, banyak anak muda dari Tasikmalaya maupun daerah lainnya yang ingin kuliah, tapi terkendala biaya. Padahal, menurutnya, kampus itu bukan hanya milik orang kaya, tapi semua anak bangsa dari keluarga tidak punya.

“Masyarakat daerah Tasikmalaya juga ingin kuliah, tapi pendidikan mahal. Mohon Partai Berkarya memperjuangkan,” harapnya.

Terkait pendidikan mahal, Tutut Soeharto memberi solusi. “Pak Harto membuat Yayasan Supersemar, sekarang ditangani Ibu Mamiek, adik saya. Yayasan ini bisa bantu sekolah maupun kuliah. Bahkan banyak yang sukses jadi menteri,” ujarnya.




Tutut Tasikmalaya Berkarya

Loading...

Related Post