Terbukti Lakukan Pidana Pemilu, Mandala Shoji di vonis 3 bulan penjara denda 500juta

Bungaeka 10 2 19 News
Terbukti Lakukan Pidana Pemilu, Mandala Shoji di vonis 3 bulan penjara denda 500juta

terasjakarta.id


Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman menyatakan akan tetap mencoret nama Mandala Abadi Shoji dari Daftar Calon Tetap (DCT) DPR RI. Sebab, mantan presenter itu sudah terbukti secara hukum melanggar UU pemilu. 

Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu divonis tiga bulan penjara dan dikenai denda Rp500 juta oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hal itu lantaran ia terbukti membagikan kupon umrah kepada warga di area Pasar Rawajati, Pancoran pada 11 November 2018.


Mandala sempat mengajukan banding, tetapi ditolak. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru memperkuat vonisnya. 

"Dasarnya KPU mencoret ya Undang-Undang. Di Undang-Undang itu kan jelas kalau (terbukti melakukan) pidana pemilu maka (nama di DCT) akan dicoret," ujar Arief di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat pada Sabtu (9/2). 

Tidak terima dengan vonis tersebut, kuasa hukum Mandala, Elza Syarief mengatakan akan melaporkan KPU ke polisi. Menurut Elza, apa yang dilakukan oleh kliennya hanya berkampanye dan bukan melakukan tindak kejahatan. 

"Saya katakan, kami akan melakukan upaya hukum," kata Elza di Lembaga Pemasyarakatan Salemba, tempat Mandala ditahan pada Jumat kemarin.

Lalu, apa tanggapan Arief soal dirinya yang akan dilaporkan oleh pihak Mandala ke polisi?

Ketua KPU, Arief Budiman mempersilakan apabila Mandala ingin melaporkan penyelenggara pemilu ke polisi atau bawaslu. Sementara, komisioner KPU lainnya, Hasyim As'yari menilai pihak Mandala tidak memiliki dasar untuk melapor ke Bawaslu. Sebab, putusan hukumnya sudah berkekuatan hukum tetap alias inkracht. 

"Kalau ada calon dan kemudian dia melakukan tindak pidana pemilu yang sudah diputuskan oleh pengadilan dan putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap, maka dia harus menjalankan sanksi pidananya," kata Hasyim di tempat yang sama. 

Selain itu, ia melanjutkan, Mandala juga harus menjalankan sanksi administrasinya 

"Apa sanksi administrasinya? Yakni dibatalkan sebagai calon," katanya lagi. 

Menurut Hasyim, nama Mandala Shoji apabila sudah dicetak di surat suara, maka tidak bisa dicoret. Oleh sebab itu, KPU segera mengeluarkan surat keputusan pembatalan Mandala Shoji sebagai caleg terlebih dahulu. 

Setelah itu, KPU akan mengirimkan surat kepada KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) untuk mengumumkan Mandala Shoji bukan lagi caleg. Pengumuman itu akan ditempel di TPS. 

"Sesegera mungkin (diumumkan) kalau sudah ada keputusan KPU tentang yang bersangkutan. Jadi, yang bersangkutan harus dibatalkan dulu (sebagai caleg) baru kemudian diumumkan. Gitu," ujar Hasyim. 

Related Post

Comment