Ini Kebiasaan Guru yang Dipersekusi Siswa di Gresik saat di Sekolah

Permana 11 2 19 News
Ini Kebiasaan Guru yang Dipersekusi Siswa di Gresik saat di Sekolah

terasjakarta.id


Kasus persekusi membuat nama Nur Khalim, guru SMP PGRI Wringin Anom Kabupaten Gresik banyak dibicarakan. Kesabarannya menghadapi siswa nakal menghadirkan simpati dari berbagai pihak. Penghargaan pun berdatangan.

Sejak kemarin misalnya, sejumlah stasiun TV nasional menghubunginya. Mereka mengundang Nur Khalim untuk talk show terkait kasus persekusi yang dialaminya. Namun, Nur Khalim menolak.

Penolakan ini bukan tanpa alasan. Nur Khalim mengaku kasihan dengan anak didiknya, AA. Dia khawatir, AA tertekan dan justru menganggu psikisnya. Itu sebabnya, beberapa kali, guru IPS ini menghindar saat media mengekspose dirinya. "Sudah ya mas kasihan anaknya. Lagipula, kasus ini sudah tuntas. Saya juga tidak merasa sakit hati. Wong namanya juga anak-anak," katanya, Senin (11/2/2019).

"Itu juga sudah komitmen saya menjadi guru. Jadi apapun harus saya terima," imbuh pria yang dikenal sebagai muadzin di kampung ini.  

Sifat tulus ini pula yang membuat Nur Khalim ikhlas mengajar dalam empat tahun terakhir ini. Dia tidak akan lari atau berhenti mengajar, hanya karena mendapat perlakuan tak terpuji dari murid-muridnya. Sebaliknya, hal itu justru menjadi tantangan baginya. Mengubah perilaku siswa menjadi lebih baik.

Itu sebabnya, dia selalu memperlakukan anak didiknya dengan baik. Makian, umpatan selalu dihadapi dengan senyum. Baginya, itu adalah cara paling baik, daripada harus marah atau menghukum mereka. Karena itu, Nur Khalim tak sekadar meyampaikan mata pelajaran sesuai kurukulim, tetapi juga mengajarkan akhlak lewat contoh dan tindakan. 

Cara mendidik ini, terlihat saat pulang jam sekolah. Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Nur Khalim keluar ruangan, menunggu para siswa di dekat gerbang. Di sana Nur Khalim menyalami muridnya satu persatu, sembari memberi pesan kepada mereka untuk berhati-hati. "Langsung pulang ya, Enggak usah mampir-mampir," pesannya.  

Kepada siswa yang bermotor, Nur Khalim juga wanti-wanti untuk tidak kebut-kebutan di jalan.  "Motoran biasa wae. Enggak usah dibleyer-bleyer," ucap Nur Khalim, begitu melihat muridnya menarik gas motor dengan keras. 

Sifat sabar Nur Khalim ini diakui para guru lainnya. Bahkan, Solihah, ibu penjual jajanan ringan di sekolah mengaku heran dengan sosok satu itu. "Pak Khalim niku memang meneng (pendiam) pak. Sabar. Mboten pernah ngamuk. Padahal muride nakal-nakal," katanya. 

Seperti diketahui, minggu lalu video aksi tidak terpuji yang dilakukan siswa sekolah terhadap guru di dalam kelas. Dalam video berdurasi 30 detik itu, seorang siswa bertopi dan berseragam Pramuka berwarna hitam, melakukan persekusi dengan cara menarik kerah baju sang guru. 

Tak hanya itu, siswa tersebut juga memegang kepala sang guru seakan hendak memukul kepalanya. Kendati demikian, sang guru hanya diam dan hanya memandangi tingkah tak terpuji muridnya. Video itu dibagikan pemilik akun Facebook Andik di grup Facebook Info Lantas Sidoarjo. Ada dua video dan tiga foto yang dibagikan dalam grup tersebut.

Related Post

Comment