Anies: Swastanisasi Air Bersih Merugikan Masyarakat

Erwan 11 2 19 News
Anies: Swastanisasi Air Bersih Merugikan Masyarakat

foto terasjakarta.id

terasjakarta.id - Pemprov DKI mengambil alih pengelolaan air bersih dari perusahaan swasta. Pengambilalihan itu akan melewati langkah perdata atau renegosiasi kontrak.


Menurut Gubernur DKI Anies Baswedan, selama kontrak yang dijalin PAM Jaya dengan PT Aetra dan PT Palyja, warga DKI menanggung kerugian.

"Tujuannya (pengambilalihan) adalah koreksi kebijakan perjanjian yang dibuat di masa Orde Baru tahun 1997, dan kita tahu selama 20 tahun perjalanan perjanjian ini, pelayanan udara bersih di Ibu Kota tidak berkembang sesuai dengan harapan," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (11/2/2019).


Anies menjelaskan, saat kerja sama dimulai tahun 1998, disetujui udara di DKI Jakarta sebesar 44,5 persen. Pada 2018, air bersih baru sebesar 59,4 persen, sementara target awal adalah 80 persen.


"Artinya, waktu 20 tahun hanya meningkat 14,9 persen," ujar Anies.


Meski tak berhasil, PAM Jaya setiap tahun harus memberikan Penghasilan 22 persen untuk dua perusahaan swasta itu.


"Targetnya tidak berhasil. Tapi keuntungannya harus disetujui oleh negara. Kalau hari ini angkanya diterima, mungkin cerita lain. Tapi hari ini angka itu tidak berhasil. Target pencapaiannya, tapi negara berkewajiban," kata Anies.


Sementara itu, anggota Tim Evaluasi Tata Kelola Air Minum, Nila Ardhianie menjelaskan, Pengeluaran yang harus dibayar DKI sangat memberatkan.


"Nilainya tidak sedikit, sampai triliun-triliunan. Kira-kira kurang lebihnya Rp8,5 triliun," ujar Nila.(ramdhani)

Related Post

Comment