Advertisement

Kekerasan Seksual Pada Anak Semakin Memprihatinkan

Erwan 10 10 18 Millenial Voice
Kekerasan Seksual Pada Anak Semakin Memprihatinkan

Foto Penulis

Kasus kekerasan pada anak semakin hari semakin memprihatinkan. Menurut data yang dikumpulkan oleh Pusat Data dan Informasi Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia dari tahun 2010 hingga tahun 2014 tercatat sebanyak 21.868.797 kasus pelanggaran hak anak, yang tersebar di 34 provinsi dan 179 kabupaten, dan sebesar 42-58% dari pelanggaran hak anak itu, merupakan kejahatan seksual pada anak.

Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak, membuat banyak orangtua mempunyai kekhawatiran lebih pada anak-anak mereka. Pasalnya, pelaku kekerasan seksual biasanya orang-orang terdekat korban. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) mencatat, jenis kejahatan anak tertinggi sejak tahun 2007 adalah tindak sodomi terhadap anak, pelaku biasanya guru sekolah, guru privat, termasuk guru ngaji dan sopir pribadi.

Hampir setiap hari ada saja berita televisi yang menyajikan kasus kekerasan seksual pada anak. Masih ingatkah kita pada kasus pelecehan seksual yang dialami bocah berusia 14 tahun bernama Yuyun, warga Desa Kasie Kasubun, Bengkulu pada tanggal 2 April 2016, Yuyun mengalami kekerasan dan pemerkosaan sampai meninggal oleh 14 orang ketika pulang sekolah, tidak hanya itu, tubuh korban di buang ke jurang sedalam lima meter dan ditutupi dedaunan. Bagaimana seseorang tidak di hargai sebagai manusia lagi dan lebih pantas disebut perlakuan pada binatang.

Tidak hanya itu, yang lebih miris lagi kasus di Bogor tanggal 9 Mei 2016. Anak berusia 2,5 tahun diperkosa hingga dibunuh oleh pria dewasa yang tidak lain adalah tetangga korban. Entah apa yang ada di pikiran pelaku hingga anak tidak berdosa berusia 2,5 tahun pun menjadi pemuas nafsu bejat pelaku.

Masih banyak lagi kasus kejahatan seksual pada anak lainnya. Kedua kasus tersebut mengingakan para orangtua untuk selalu berhati-hati. Selain untuk para orangtua, anak-anak harus diberi edukasi secara dini tentang kejahatan seksualitas, maksudnya agar anak-anak nantinya bisa tahu dan bisa lebih menjaga diri nya sendiri

Banyak dari kita ingin kasus kekerasan seksual pada anak ini berhenti terjadi. Memang susah. Tetapi, bisa di lakukan secara bertahap dan perlu nya tindakan serius dari pemerintah mengenai kasus yang merugikan ini. Baru-baru ini Menteri Kesehatan, dan juga Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengatakan perlunya bentuk hukuman baru yaitu kebiri untuk para pelaku kejahatan seksual pada anak yang saat ini jumlah makin tinggi, gagasan ini ditentang oleh sejumlah organisasi hak asasi manusia dengan berbagai alasan, diantaranya bertentangan engan prinsip hak asasi manusia. Jika begitu lantas bagaimana pemerintah akan bertindak? Masyarakat menunggu kepastian, jangan biarkan pelaku kejahatan seksual semakin manjadi-jadi, semakin lama maka akan semakin banyak anak yang menjadi korban.







Siti Nawiroh

Mahasiswa Jurnalistik, IISIP Jakarta


*Catatan : Bagi Kaum Millenial Yang Ingin Tulisannya Dimuat Oleh Redaksi, Bisa Kirimkan Tulisanmu Email ke Redaksiterasjakarta@gmail.com

Related Post

Comment