Akibat Membawa 36 Butir Peluru, Pria Asal Prambanan Ditangkap

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: article/article_view.php

Line Number: 13

Backtrace:

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/views/article/article_view.php
Line: 13
Function: _error_handler

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 357
Function: include

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/third_party/MX/Loader.php
Line: 300
Function: _ci_load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 119
Function: view

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/libraries/Template.php
Line: 96
Function: load

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/cszcms/modules/plugin/controllers/Article.php
Line: 278
Function: loadSub

File: /home/admin/public_html/terasjakarta.id/index.php
Line: 338
Function: require_once



Powered by CSZ CMS | Open Source Content Management with responsive
12 3 19 News
Akibat Membawa 36 Butir Peluru, Pria Asal Prambanan Ditangkap

foto istimewa

terasjakarta.id - Seorang pria, RM RDY (29), ditangkap jajaran kepolisian D.I. Yogyakarta setelah kedapatan membawa barang yang diduga bahan peledak yang saat menyambangi Markas Brigade Mobil (Brimob) Polda DIY, Selasa (12/3/2019).

Saat ditangkap, polisi menemukan sebanyak 35 butir peluru di dalam tas ransel RM, di mana sembilan peluru merupakan peluru hampa. Dari informasi yang dihimpun kumparan.com/tugujogja, RM sekitar pukul 09.30 WIB mendatangi pos penjagaan pintu selatan markas komando (mako) satuan Brimob Polda DIY. Warga asal Prambanan, Sleman, Yogyakarta itu berdalih menanyakan beberapa hal kepada petugas piket.

Sesuai prosedur, petugas pun lantas menanyakan identitas RM termasuk memeriksa isi tasnya. Saat itulah petugas kaget karena di dalam tas RM ditemukan puluhan peluru. Petugas lalu menangkap RM.

"Kami masih periksa intensif yang bersangkutan sampai sore ini, belum menetapkan apa statusnya," ujar Direktur Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda DIY, Komisaris Besar Polisi Hadi Utomo, Selasa (12/3/2019).

Hadi menuturkan peluru merupakan amunisi yang bisa digolongkan sebagai bahan peledak. Kepemilikan barang itu, ujar Hadi, harus ada izin atau terancam pelanggaran Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata.

"Kami sedang mendalami apa motif RM membawa barang itu," ujarnya.

Meskipun RM membawa puluhan peluru, namun Hadi mengatakan tak menemukan pistol atau benda tajam lain di tas RM. Hadi juga masih mendalami jenis peluru yang dibawa RM.

Sempat beredar pesan berantai di jejaring Whats App penangkapan RM disertai barang-barang seperti buku Bahasa Arab, buku Pengantar bahasa Ibrani, satu pisau lipat, satu magazine SS1 35 butir amunisi SS1, dua peluru hampa, satu peluru Karet juga rantai amunisi RPD dan 1 Rexona Roll. Namun Hadi membantah pesan berantai itu.

"Tidak benar barang yang disebutkan dalam pesan yang beredar itu, kalau mau saya ekspose yang benar ada Rexona, kompas, jam tangan," ujarnya.

Hadi menambahkan dalam tas RM juga ditemukan penggaris, tipe X, dan bedak.

"Kalau buku apa yang dibawa belum boleh disampaikan sebelum diselidiki lebih lanjut, gelar perkara dulu," ujarnya. 

Related Post

    Article not found!

Comment