Pembangunan Stadion BMW Mulai Pekan Ini

Potan 13 3 19 Biz Up
Pembangunan Stadion BMW Mulai Pekan Ini

Ilustrasi (ist)

terasjakarta.id


Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto memastikan akan segera membangun stadion BMW di kawasan Sunter, Jakarta Utara, pekan ini. Stadion bertaraf internasional ini dipastikan akan dilengkapi dengan beragam fasilitas.

"Kan rencananya pekan kedua Maret Gubernur akan melakukan Groundbreaking stadion bertaraf internasional. Basic detail engineering desainnya sudah ada. Itu kan akan kita tenderkan, pakai open tender. Tapi, proses tendernya belum dimulai," ujar Dwi kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (13/3).

Menurutnya, pembangunan stadion bertaraf internasional itu merupakan salah satu kegiatan strategis daerah (KSD) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dia mengungkapkan, pembangunan stadion BMW dengan kapasitas 80 ribu orang itu didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta melalui penanaman modal pemerintah daerah (PMD).

"PMD untuk membangun stadion itu butuh Rp 5 triliun. Tahun ini baru dialokasikan Rp 900 miliar. Ini kelihatan besar banget, nggak kok. Memang segitu kalau mau bertaraf internasional. Kita targetkan, pada tahun 2022 paling lambat stadion itu bisa digunakan," kata Dwi.

Diakuinya, pembangunan stadion itu akan dikerjakan di lahan Taman BMW (Bersih Manusiawi dan Berwibawa), Sunter Jakarta Utara. Taman ini memiliki luas hingga 25 hektar. Sementara, katanya, kebutuhan lahan untuk stadion BMW hanya sekitar 5-8 hektar saja.

"Arahannya pak Gubernur, pembangunan stadion itu melalui PMD. Tapi, untuk pemeliharaannya bagaimana. Nah, kita dikasih kesempatan untuk mengembangkan kawasan sisanya yang 20 hektar. Banyak yang akan kita kembangkan, bisa multifungsi. Ada apartemen, hotel, rumah DP nol, di dekat danau kita buat wisata air, lalu ada plaza terbuka dan sebagainya," ungkapnya.

Dalam desainnya, lanjut Dwi, stadion BMW itu bisa digunakan untuk konser musik. Karena atap stadion dirancang dengan buka tutup. Bahkan, lapangan stadion tersebut bisa juga digunakan untuk olahraga lain, seperti baseball atau Rugby (sepakbola Amerika). 

"Kita pakai rumput asli. Hanya sisi terluar saja pakai rumput sintetis, karena di pinggir stadion itu tidak ada lapangan atletik. Ini diperlukan untuk mengubah mindset penonton supaya tidak melempari pemain saat pertandingan. Karena tribun penonton kan dekat lapangan langsung, tanpa jarak," jelasnya.

Terpisah, Direktur Proyek PT Jakpro, Iwan Takwin mengakui, stadion bertaraf internasional itu belum diberi nama resmi oleh Gubernur DKI Jakarta. Saat ini, pihaknya masih memfinalisasi desain agar bisa segera diproses lelang terbuka.

"Kita lagi finalisasi desainnya, ini kan mengejar persiapan groundbreaking. Kita sudah harus pemilihan kontraktor, kan harus siap dokumennya supaya kontraktor bisa melakukan penawaran nilainya," kata Iwan.

Diakuinya, PT Jakpro telah membuat feasibility study (FS) terkait pembangunan stadion tersebut. FS itu telah diserahkan ke Gubernur DKI Jakarta sehingga pendanaannya bisa dianggarkan melalui APBD DKI Jakarta berupa PMD yang diberikan ke PT Jakpro.

"(Tahun ini), nilainya 900 miliar. Itu untuk proses perencanaan, perencanan dan awal konstruksi. ada land clearing, kemudian dasar fondasinya kan, bisa sampai nanti kita ajukan lagi di APBD-P tambahannya. Sekarang masih digodok detail nilainya. Tergantung penawaran kontraktor setelah desain fix, material yang kita gunakan apa saja, kemudian volulmenya berapa, baru keluar hitungannya," tandas Iwan. 

Related Post

    Article not found!

Comment